Kisah Agus Tarmidzi, Duta Besar asal Mentok dengan Semangat Kerja yang Menginspirasi
Oleh: Yan Megawandi
Seminggu terakhir ada dua orang tokoh asal Bangka yang meninggal dunia. Minggu lalu Prof Djamaludin Ancok meninggal di Yogyakarta dalam usia 78 tahun. Hari Rabu 21 Maret 2024 ini kabar duka kembali datang.
Putra Bangka Belitung yang pernah bertugas sebagai Duta Besar Austria dan mantan Ketua Satgas Pelaksanaan Penentuan Pendapat di Timor Timur (P3TT), Duta Besar Agus Tarmidzi meninggal di RS Pelni Jakarta dalam usia 92 tahun.
Saya telah lama mendengar cerita dari para senior mengenai kiprah putra Bangka kelahiran Mentok, 15 Agustus 1932 ini. Tetapi mengenalnya lebih dekat ketika masih bertugas sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi kepulauan Bangka Belitung 2008-2013.

Beberapa kali Pak Agus datang ke Bangka Belitung terutama untuk membantu mengangkat citra pariwisata daerah. Pak Eko selaku gubernur sangat hormat dan menyabutnya dengan hangat. Semangat kerja dan dedikasi Agus Tarmidzi untuk daerah luar biasa.
Bayangkan dalam usia yang sudah lebih 70 tahun ia masih aktif bolak balik Jakarta-Bangka untuk mengawal agenda-agenda yang telah disepakati bersama.
Salah satu kegiatan yang dibuat oleh beliau adalah bekerja sama dengan kementerian luar negeri untuk menjadi tempat beberapa pertemuan baik yang internal kementerian maupun yang bersifat internasional.
Salah satu agendanya adalah mengundang para duta besar Indonesia sebelum mereka ditugaskan di posnya masing-masing di luar negeri. Waktu itu hadir belasan orang duta besar berkunjung ke Bangka.
Mereka rerata mengaku selama ini hanya mengenal Bangka Belitung dari berita dan referensi buku saja. Dengan berkunjung secara langsung maka para duta besar tersebut dapat memahami langsung bagaiana kondisi dan potensi yang dimiliki Bangka Belitung yang akan mereka perkenalkan bila nanti bertugas.
Pak Agus demikian kami sering memanggilnya adalah orang yang sangat mengesankan. Pengalamannya sebagai diplomat puluhan tahun mungkin sangat mempengaruhinya.
Kalau sedang merencakan suatu kegiatan ia sangat detil dan berhati-hati. Ia secara tak langsung memberikan contoh bagaimana menjadi tuan rumah, melayani para tamu serta bagaimana pula melakukan perundingan. Saya sungguh mendapatkan seorang guru yang berkelas ketika bersama-sama almarhum.
Dalam sebuah kesempatan pak Agus bahkan membawa para peserta diklat kepemimpinan di Kementerian Luar Negeri untuk melakukan studi lapangan di Bangka Belitung. Dan salah satu topik menarik yang dipilih oleh para peserta tersebut adalah bagaimana memajukan pariwisata Bangka Belitung.
