Oleh: Navishabilillah, SMAN 3 Toboali

CERPEN, TIMELINES.ID — Namanya Anisa, ia adalah anak paling bungsu dari tiga bersaudara.

Ia duduk di bangku kuliah, tepatnya di jurusan Farmasi dan hampir lulus. Anisa memiliki karakter yang sopan, baik, cerdas, sholehah, dan selalu menurut kepada kedua orang tuanya.

Anisa  tidak pernah berpacaran. Karena ia tahu bahwa berpacaran itu dosa. Tapi, teman-temannya Aniisa mempunyai pacar.

Walaupun Anisa tidak mempunyai pacar, ia tetap saja mengagumi seseorang. Dalam Islam mengagumi seseorang boleh saja, asalkan jangan pacaran.

Pada waktu sore, Anisa mengikuti lomba voli. Teman-temannya berbicara tentang pacar mereka.

Di lapangan voli Sinta berbicara, “Hei, Anis kenapa kamu gak pacaran aja sama si Fajar, biar kamu gak jomblo lagi. Lihat kita kan punya pasangan semua, hanya kamu yang tidak ada, Nis,” kata Sinta dengan menatap wajah Anis dan menunjukkan tangan ke arah teman-temannya.

Baca Juga  Ayo Membuka Jendela Dunia dengan Membaca dan Menulis

Anisa selalu diejek oleh teman-temannya.

“Emangnya kenapa sih kalau aku gak pacaran? Emang aku merugikan kalian, tidak kan! Aku hanya tidak mau menduakan Allah saja, cukup Allah di hatiku. Walaupun aku mengagumi si Fajar,” kesal Anisa.

“Yaelah sok alim banget kamu Nis, seperti gak ada dosa aja. Bilang aja, ‘kan Fajar gak mau sama kamu!” kata Putri dengan memasang wajah yang judes.

“Biarpun nanti aku pacaran sama Fajar belum tentukan dia akan menjadi jodohku. Walaupun aku tidak pacaran, takdir Allah pasti yang terbaik, aku yakin itu,” kata Anisa dengan tatapan tajam menuju ke arah mata Putri.

” Priiit … priiit … prittt!”  suara peluit pun berbunyi yang ditiup oleh si Bapak Ketua Voli.

Baca Juga  Teringat Duka Silam

Tanda peluit tersebut bearti lomba voli akan segera dimulai. Murid-murid yang mengikuti lomba voli pun segera berkumpul.

Waktu terus berjalan, dan pada saat pukul 16.30 waktunya pulang tiba. Mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing.

Waktu dijalan Anisa bertemu dengan Fajar, Anisa ingin menyapanya tapi ia malu.

“Assalamu’alaikum Anisa,” kata Fajar sembari tersenyumndan menatap wajah Anisa.

Anisa hanya bisa mematung dan seluruh badannya bergetar, mungkin ini tandanya jatuh cinta.

“Wa’alaikumussalam Fajar, ada apa ya?” tanya Anisa dengan sedikit gugup.

“Gapapa, kebetulan kita ketemu di sini dan arah rumah kita pun sama. Apa kita barengan aja pulangnya? Maukah Anisa?” tanya Fajar dengan wajah  dipenuhi senyum.

Baca Juga  Meningkatkan Minat Baca Anak melalui Dongeng di Zaman Serba Gawai, Mampukah?

“Oh iya, boleh dong Fajar,” jawab Anisa dengan tersenyum dan memberikan jempolnya.

Sesampai di rumah, ia buru-buru mandi karena gadis itu belum mengerjakan salat Ashar.

Takutnya waktu salat Ashar sudah habis, untungnya masih ada. Beberapa menit kemudian, Anisa pun selesai salat.

Tetapi tidak lupa ia berdoa, “Ya Allah aku mencintai dia, jagalah dia yaa Allah untukku kalau dia jodohku. Aku mengaguminya yaa Allah tapi aku tidak mau berpacaran. Aku hanya mampu mendoakannya saja!” Doa Anisa dengan kedua tangannya mengusap wajahnya.