Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr

Menjalankan pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan pada bulan suci Ramadan secara istiqamah dapat menanamkan pendidikan karakter pada siswa.

Beberapa pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan yang dapat diterapkan dan dioptimalkan oleh satuan pendidikan seperti pelaksanaan ibadah salat wajib maupun sunnah, tadarus Al-Qur’an, puasa wajib maupun puasa sunnah dan ibadah lainnya.

Upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan agar pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan ini dapat berjalan dengan optimal antara lain sebagai berikut:

Pertama, membuat lembar kerja pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan siswa. Lembar kerja pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan siswa berisikan tentang kolom pelaksanaan ibadah siswa, misalnya meliputi pelaksanaan salat lima waktu, tadarus Al-Qur’an, salat  wajib dan salat sunnah serta ibadah lainnya.

Baca Juga  Sinting: Manifesto bagi Para Pendobrak

Pada lembar kerja pembiasaan kegiatan ibadah ramadhan siswa tersebut, siswa hanya perlu menconteng aktivitas ibadah yang telah dilakukan.

Khusus untuk pelaksanaan ibadah salat wajib misalnya Isya dan salat sunnah tarawih dan witir, sebagai bukti melaksanakan aktivitas ibadah tersebut, siswa perlu meminta tanda tangan dan nama jelas imam.

Untuk pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan lainnya seperti salat lima waktu, tadarus Al-Qur’an dan lainnya, siswa hanya perlu mencontengnya jika benar-benar melaksanakannya.

Jika tidak melaksanakannya, siswa hanya perlu memberikan tanda minus. Lembar kerja pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan ini juga dapat dijadikan sebagai dasar penilaian praktik keagamaan oleh guru terkait seperti guru Pendidikan Agama Islam.

Baca Juga  Ketam dalam Tenun Cual Maslina sebagai Simbol Persilangan Budaya

Kedua, menyelenggarakan  pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan di satuan pendidikan secara optimal. Misalnya dengan membuat program tadarus Al-Qur’an lima belas menit sebelum jam pembelajaran dimulai, pelaksanaan ibadah saalat Duha dan lain sebagainya.

Ketiga, membuat kegiatan pendampingan dan kontrol terhadap pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan siswa.

Dalam hal ini misalnya wali kelas atau pendidik Pendidikan Agama Islam melaksanakan observasi terhadap pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan siswa dengan mengunjungi tempat ibadah yang dijadikan oleh siswa sebagai tempat pengamalan aktivitas ibadah.

Kemudian, pada bulan suci Ramadan ini, pembiasaan kegiatan ibadah Ramadan dapat dimaksimalkan melalui kegiatan pesantren kilat atau pesantren Ramadan yang biasanya dilaksanakan oleh tiap-tiap satuan pendidikan selama kurang lebih tiga hari.

Baca Juga  Pendidikan Karakter: Ajarkan Nilai dan Etika Melalui Pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Labang