Khoiriah Apriza, Mutiara dari Negeri Junjung Behaoh

Oleh: Iyek Aghnia

“Pakbos. Ada penulis pelajar. Khoi namanya. Pelajar SMAN 1 Airgegas. Cerpennya keren,” cerita Dedy Irawan, Ketua PWI Bangka Selatan pada suatu waktu kepada penulis.

Penulis terus menghisap rokok. Sembari memadukannya dengan kopi yang masih meninggi.

Pimpinan Redaksi Media Timelines itu lalu mengirimkan tulisan cerita pendek karya Khoi, panggilan akrab Khoiriah Apriza yang dimuat di media.

Penulis kaget. Anak pelajar ini ternyata mutiara. Bukan kaleng-kaleng. Gaya menulisnya bagus.

Sebelum Khoiriah Apriza hadir dalam blantika dunia fiksi negeri Junjung Behaoh, daerah ini sudah melahirkan Musda yang melahirkan kumpulan cerpen Disleksia. Saat itu Musda masih berstatus sebagai pelajar SMPN 2 Tukak Sadai Bangka Selatan.

Baca Juga  Perempuan Bernoda

Bersama Dedy Irawan, sang penemu mutiara sastra itu, disusun sebuah rencana untuk menerbitkan kumpulan cerpen Khoiriah Apriza dalam sebuah buku.

Dan Alhamdulillah, tahun 2023, bersamaan dengan Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan yang ke-20, buku kumpulan cerpen Khoiriah Apriza yang berjudul Ayah, Aku Rindu diluncurkan oleh Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid. Saat itu Khoiriah masih duduk di klas 2 SMAN 1 Airgegas.