Oleh: Ines Sagita – Mahasiswi Universitas Bangka Belitung

Dapat kita ketahui zaman sudah modern tetapi masih banyak masyarakat yang pola pemikirannya tidak panjang dan mudah terikut omongan orang lain.

Sama halnya dengan sekarang di mana masyarakat sering kali tergiur investasi investasi Bodong yang mudah dan instan karena bisa menghasilkan berlipat ganda keuntungan tetapi tidak tahu dampaknya.

Investasi banyak sekali bentuknya termasuk investasi online dan arisan bodong. Masyarakat sering kali dibohongi dengan kata-kata manis yang menjanjikan.

Investasi dan arisan bodong ini biasanya berawal dari ajakan seseorang dengan hasil yang dijanjikan yang membuat para korban dengan semangat mengikuti kegiatan tanam menanam pada investasi tersebut.

Baca Juga  Kalau Ketua KONI se-Sumatera Kumpul

Sudah banyak sekali berita-berita diluaran sana dimana banyak korban yang berkeluh kesah dan melaporkan masalah ini kepada pihak yang berwajib.

Investasi yang mereka ikuti ternyata investasi bodong yang tidak jelas prosedurnya dan tidak memiliki izin yang membuat mereka mengalami kerugian.

Tetapi apa? Masyarakat masih saja tergiur dengan ajakan investasi-investasi ini.

Mereka menganggap bahwasanya investasi ini sangat menguntungkan untuk ke depannya.

Mereka menaruh rasa percaya diri karena hasil yang akan di dapatkan bisa menjanjikan untuk di kemudian hari yang membuat mereka gelap mata dengan terus menerus melanjutkan investasi saham tersebut.

Investasi bodong, sama hal nya dengan virus, di mana menginfeksi kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Baca Juga  Wajib Militer dan Tantangan Ketahanan Nasional

Warga yang tergiur iming-iming keuntungan besar, rela menyerahkan tabungan dan aset mereka, tanpa menyadari risiko yang mengintai.

Ketika gelembung investasi pecah, mereka terjebak dalam jurang kerugian, kehilangan harta benda, bahkan terlilit hutang.