Karya: Ertofabian Torino Raynard, Siswa SMP Negeri 2 Toboali

Konon katanya, jika kita bermimpi melihat kupu-kupu, maka akan terjadi perubahan positif dalam hidup kita. Entah benar atau tidak, tetapi kisah ini benar-benar dialami oleh Shera. Seorang gadis cantik berusia 19 tahun, yang bertempat tinggal di Bandung, bersama kedua orang tuanya. Shera tumbuh besar dengan baik, membuat ia tumbuh sebagai seorang gadis yang tidak hanya cantik dan baik,tetapi juga penurut, pintar, dan mandiri.

Kisah ini dimulai saat Shera dan kelima teman kelompoknya, yang bernama Tesia, Qianna, Fey, Theo, dan Kevin sedang mencari sepuluh kepompong sebagai tugas kuliah. Maka beramai-ramai mereka menyusuri hutan.

“Nah, kita kan ada enam orang … kita bagi menjadi tiga kelompok, ya?”usul Kevin, yang kemudian disusul oleh anggukan teman-temannya.

“Baiklah, aku akan bersama Tesia, lalu Qianna bersama Kevin … dan Fey bersama Shera,” sambung Theo memberi saran. Setelah bersetuju, mereka mulai berpencar sesuai arah masing-masing,

Baca Juga  Penuh Berkah, PT Timah Salurkan 30 Sapi ke Bangka Selatan

“Shera, kamu cari di batang pohon di sebelah sana, ya … biar aku di sini saja.” Fey pun memberi usul.

“Oke,” sahut Shera, segera saja ia menuju ke arah pohon yang ditunjuk oleh Fey tadi. Ketika sedang mencari kepompong, tiba-tiba Shera didatangi oleh seekor kupu-kupu berwarna biru yang kemudian segera hinggap di tangannya.

“Wah, cantik sekali kamu. Kepompong disini pasti akan menghasilkan Kupu-Kupu yang cantik sepertimu.” Puji Shera. Tak lama kemudian kupu-kupu itu terbang ke sebuah ranting pohon yang membuat Shera mengikutinya, dan ternyata di ranting pohon itu terdapat kepompong yang cantik, berbeda dari kepompong pada umumnya.

“Wah, ada kepompong di sini! Cantik sekali … motifnya pun berwarna emas dan berkilauan … tapi kalau diberikan untuk tugas kuliah ini terlalu bagus. Ahh, akan kusimpan sendiri saja deh,” gumam Shera. Pada akhirnya kepompong itu disimpan sendiri oleh Shera dan tidak jadi diberikan kepada kelompoknya.

Baca Juga  Akhirnya Aku Jadi Kakek

“Shera, aku sudah dapat lima kepompong, nih. Kamu sudah dapat berapa?” Tiba-tiba Fey muncul sembari menunjukkan kepompong perolehannya.

“Hehe … maaf Fey, aku belum mendapat satu pun, nih,” kelit gadis berkulit kuning langsat itu.

“Haha. Tak apa, kurasa ini cukup jika digabungkan dengan yang lain,” seloroh Fey.

Mereka semua pun berkumpul di tempat awal tadi.

“Nah, sekarang punya semuanya digabungin, ya! Aku dan Qianna mendapat tiga kepompong,” celetuk Kevin.

“Aku dan Tesia mendapat dua,” balas Kevin, diikuti pula oleh Fey,”Aku dan Shera mendapat lima.”

“Jadi totalnya pas sepuluh, yaa teman-teman, Kepompongnya disimpan di wadahku saja agar besok akan kubawa ke Kampus,” tutur Qianna.

“Oke!” jawab yang lain serentak.

Baca Juga  Basel Mulai Susun Rencana Awal RKPD Tahun 2025

Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.

“Kulanjutkan tugas ini besok saja, deh. Lagian deadlinenya masih dua hari lagi,” ucap Shera yang memang tengah mengantuk.

Saat sedang bersiap ingin tidur, tiba-tiba Shera teringat dengan kepompong yang tadi ia temukan di hutan. Kepompong itu sudah ia masukan ke dalam wadah kecil.

“Oh iya, kepompong tadi bagaimana, ya? Mau liat ,ah bentar,” ucap Shera. Ia pun langsung pergi ke ruang tamu untuk melihat kepompong itu.

Saat sampai di ruang tamu, tempat di mana kepompong itu berada, Shera pun terkejut karena suatu hal.

“Hah! Kemana perginya kepompong itu? Apakah sudah menjadi kupu-kupu? Te-ta-pi tempat ini ditutup rapat dan hanya menyisakan lubang kecil?” berondong Shera penuh tanya dan kebingungan. Tidak mau ambil pusing gadis itu pun kembali ke kamarnya dan langsung tertidur.