Demi Kau, Kutenggak Racun Itu!

Oleh: Penulis Iseng

“Cinta sejati adalah cinta yang datang dari hati paling dalam dan tulus untuk kebahagiaan pasangan, tanpa mengharapkan imbalan.” 

Derry tetiba terjatuh. Badannya lemas, mulutnya berbusa. Ia berusaha berbicara namun tak sepatah pun terdengar dari bibirnya. Tangannya mencoba menggapai jari Rindu. Derry tak kuasa. Tubuhnya kian lemah.

Ia jatuh dan tak bergerak. “Derry…!” Rindu berusaha berteriak.

Ia tak menyangka Derry senekat itu. Sebenarnya tubuh Rindu pun terasa lemas. Kepalanya pusing.

Keduanya nekat menenggak racun. Racun yang menjadi bukti cinta mereka, sepakat untuk sehidup semati.

***

Sore itu Derry dan Rindu bertemu di tepi pantai. Di ujung barat terlihat matahari mulai terbenam. Sunset itu begitu indah. Angin sepoi-sepoi di antara dedaunan dan pasir putih membuat suasana hati keduanya kian berbunga.

Baca Juga  Aku pun Masih

Dua pekan lagi keduanya mengingkatkan diri dalam janji setia, sehidup semati. “Rindu, kita akan liburan ke Bali setelah menikah,” kata Derry sambil menyentuh jari Rindu.

Rindu tak menjawab. Ia hanya mengganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil. Derry pun ikut tersenyum.

“Kita akan membangun rumah kecil di kampung,” kata Derry lagi. “Kebun ku yang satunya sudah kujual. Cukup lah untuk membangun rumah kecil. Sambil menunggu keturunan kita.”

“Aku tak sabar menunggu tanggal itu,” kata Derry lagi. Rindu tak banyak berbicara. Ia menghela napas. Entah mengapa ia terlihat dingin petang itu.

Tiba-tiba pesan WA masuk ke gawai Derry. “Der, Rindu katanya berpacaran dengan Andi.” Begitu pesan WA sahabat Derry. Pria muda itu terkejut begitu membaca pesan WA.

Baca Juga  Kegagalan untuk Sebuah Kesuksesan

Derry lalu berdiri dan maju beberapa langkah. “Rindu, aku mendapat pesan dari temanku, katanya kamu berpacaran dengan Andi, siapa dia?” tanya Derry menatap lurus ke arah pantai.

“Andi siapa? Oh.. Andi itu. Dia tetanggaku. Temanku sejak kecil, bukan pacarku,” jawab Rindu. “Kalau kamu tak percaya, silakan telpon langsung,” kata Rindu.

Derry terdiam. Ia terlihat masih tak percaya. “Masa sahabatku membohongiku,” gumam Derry dalam hati.

“Jika masih tak percaya, ayo beli racun. Aku akan meminumnya,” tantang Rindu.

Derry terdiam. Ia awalnya hanya ingin bercanda saja. Entah mengapa, pria ini lalu mengiyakan tantangan Rindu.

Ia langsung mengambil sepeda motor. “Tunggu aku sebentar saja,” kata Derry. Sejurus kemudian motornya hilang dari penglihatan.

Baca Juga  Punggur Bedaun

Tak lama Derry kembali datang. Ia membawa sebotol besar racun rumput.