Untuk dr Rosa

Oleh: Hening Cahaya

Jika puisi untukmu, mengganggu.
Tidak perlu merusuh waktu.
Apalagi dendam yang terendam.
Berbasah basah susah keringnya.
Pada musim kemarau, hati galau.

Biarkan pikiran mengalir.
Menuliskan kisah lara.
Pada kata-kata duka untukmu.
Dari kemasan kebohongan.
Yang kau remas-remas, sehabis keramas.
Menggeliat nikmat dalam mimpi semalam.

Baca Juga  Misteri Kerajaan Akar Bahar dan Ikan Kerapu Besar di Selat Gibang