Dicegat Tuyul

Oleh: Yoel Chaidir

“Nah ini untuk ikak, jangan ngikut agik aok,” pesan Pak Ibnu berbicara sendiri di keheningan malam.

Pak Ibnu mencomot sedikit ketan dan ayam panggang yang diberi oleh sahabatnya malam itu.

Ia lalu melemparkannya ke pinggir sungai di jalan di ujung Selatan Pulau Bangka.

***

Malam semakin larut sementara orang orang sudah banyak yang beranjak pulang setelah acara yasinan di rumah Pak Mamat pada malam Jumat di akhir bulan Oktober.

Namun Pak Ibnu terlihat masih asyik berkelakar dengan sahabatnya Pak Mamat di daerah itu.

Saat pukul 11.30 Wib, barulah Pak Ibnu pamitan untuk pulang dengan menggunakan sepeda ontel kesayangannya.

Baca Juga  Nun (8): Tersengal

“Ini ada sedikit makanan buat anak anak di rumah,” kata Mamat seraya memberikan bungkusan kepada Pak Ibnu yang memang sahabat dekat Pak Mamat.

“Makasih ya,” jawab Pak Ibnu singkat sambil menggantung kan bungkusan di stang sepedanya.