Aku Mengenalmu
Oleh: Hening Cahaya
(Untuk dr Rosa)
Aku mengenalmu waktu itu.
Dideretan seragam putih abu abu.
Yang warnanya pudar pada bias cahaya embun pagi.
Memantulkan was was rasa cemas.
Dan diam kita bukan tidak berkata kata.
Diam menahan tatapan mata.
Tersipu pada jiwa dahaga.
Pada kemarau keringnya mimpi.
Yang menunggu tetesan air mata.
Jatuh pada awal perkenalan.
Pada jabat tangan erat terasa syarat.
Jari jaripun usil telusuri telapak tangan.
Begitu dingin jari jemarimu.
Dalam nafas tidak menentu.
Aku mengenalmu waktu itu.
Dari ujung rambut sampai pijakan tanah gambut.
Dari luar perasaan sampai kedalam rasa.
Tanpa tahu kenapa kita harus saling kenal.
Kalau akhirnya terpental dalam dendam tidak berkesudahan.
