Sarjana di Atas Meja, Sabun di Atas Bak
Oleh: Kaum Pecinta Damai
Di balik jas yang mulai memudar warnanya,
Ia berdiri tegak menyeka debu pada logika.
Membagi rumus, menyemai karakter bangsa,
Di bawah atap kelas yang bocor dimakan usia.
Namun saat matahari condong ke barat,
Ia pulang membawa amplop yang teramat ringan.
Angka di dalamnya kalah telak, tersapu cepat,
Oleh upah jemari yang sibuk di bak cucian.
Piring-piring kotor itu punya harga pasti,
Setiap busanya dihargai dengan lembar yang nyata.
Sedang keringat sang guru dianggap bakti,
Dibayar dengan kata “ikhlas” dan janji surga semata.
Halaman
