Karya: Hening Cahaya

Pada batas waktu
Akhirnya aku singgah
Di tepian jiwamu yang rapuh
Tidak utuh seperti waktu itu
Setelah langkahmu
Tidak terkendali kanan kiri
Asal menapak pada tanah
Yang jelas ada pemiliknya

Kau rebahkan tubuh
Kau usap usap tanah
Lalu bersandar pada rasa
Tidak bersalah
Meski tahu itu milik orang lain
Kau paksakan memiliki
Sampai aib membuka kedokmu

Bertahun tahun tertutup
Bercocok tanam
Ditanah rampasan
Pada gelapnya
Nikmat permainan
Kau lepas semua mimpimu
Bercumbu pada hijaunya daun buah pun semakin besar
Tidak lagi apel, tapi kelapa
Panen pun menggairahkan
Dan jadi lirikan orang lain
Begitu seksi hasil panen
Dari pupuk pengorbanan
Yang selalu ditebar
Pada waktu waktu tertentu

Baca Juga  Mencintai dalam Diam