Hormati Gurumu, Berkah Hidupmu
oleh: Ustad Abdussalam Alghozali
Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani adalah seorang ulama yang masyhur dengan kealiman dan kezuhudannya. Beliau mendidik dan mengajarkan santri yang dititipkan kedua orangtuanya.
Bahkan beliau sangat dekat dengan mereka, sampai makan bersama dan beliau sengaja menyisakan makanannya untuk dimakan oleh santrinya. Para santri tidak ada yang makan sebelum gurunya selesai untuk makan.
Sehingga suatu ketika ada seseorang yang melihat kejadian tersebut dan memfitnahnya, dengan memprovokasi walisantri atas apa yang dilakukan beliau. Karena salah satu di antara walisantri tersebut adalah orang yang terpandang di masyarakatnya, yang tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu.
Dan terjadilah sebuah dialog. ”wahai syeikh, aku menitipkan anak kepadamu agar menjadi orang yang ’alim bukan untuk menjadi pembantu,” ucap wali santri tersebut.
”Kalau begitu ambillah anakmu,” Ucap Syeikh Abdul Qodir
Kemudian Ketika perjalanan pulang orangtua tersebut menanyakan kepada anaknya tentang perkara agama dan ilmu-ilmu syariat. Ternyata bisa dijawab dengan baik.
Barulah ia tersadar bahwa yang ia lakukan tersebut adalah suatu yang tidak baik. Dan ingin mengembalikan anak tersebut untuk kembali dididik oleh Syeikh Abdul Qodir kembali.
Dan dijawab oleh beliau, ”bukannya aku tak mau menerimanya lagi. Tetapi Allah telah menutup pintu hatinya untuk menerima ilmu dariku dikarenakan orangtua yang tidak beradab kepada guru.”
Begitu pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah Syeikh Abdul Qodir dengan salah satu orangtua yang kurang baik akhlaknya. Jangan sampai anak kita menjadi korban tidak mendapatkan ilmu, karena buruknya akhlak orangtua terhadap gurunya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.