Lewat Business Pitching, Disperindag Babel Dorong Lada dan Essential Oil Lokal Masuk Pasar Peru
Lewat Business Pitching, Disperindag Babel Dorong Lada dan Essential Oil Lokal Masuk Pasar Peru
PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung mendorong pelaksanaan kegiatan business pitching yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima Peru.
Kabid Sarana Perdagangan dan Pengembangan Eskpor Disperindag Babel Agus Setia Rini, menjelaskan kegiatan business pitching ini untuk memperkenalkan produk pelaku usaha asal Bangka Belitung berupa lada dan essensial Oil ke Negara Peru, karena ada peluang besar produk UMKM Babel masuk ke Peru.
Oleh karena itu Disperindag Babel juga mengundang para pengusaha UMKM Babel dengan produk lada dan essensial oil yaitu billiton spice, PT Makro Jaya Lestari, Cultivia-PT Senara Harta Indo Loka dan dan Anggota tim kerja Pengembangan Ekspor turut memaparkan produk UMKM jenis lada Babel ke Peru. Melalui zoom meeting ini.
“Business pitching via zooming kali ini untuk mendukung informasi peluang pasar calon eksportir adalah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima Peru dan Setditjen Kemlu,” kata Agus Setia Rini di Pangkalpinang, Rabu (10/6/2026).
Ia mengatakan ketika ada agenda business pitching dengan Peru, pihaknya langsung menginventarisir dan menyampaikan usulan pengusaha UMKM yang sudah punya pengalaman ekspor dan yang potensial ekspor.
PT Makro Jaya Lestari sudah jadi pionir eksportir lada untuk asia dan eropa sejak dulu, Billiton Spice dengan terobosan produk juga telah rutin di market Hongkong hingga Belanda dan Cultivia menjadi produk siap ekspor dengan produk unggulannya.
Kabid SPPE mrnambahkan, KBRI Peru, Kemenlu dan Kemendag melalui program yang dijalankannya, dapat memberikan dukungan untuk peluang produk UMKM Babel ke Peru, terlepas saat ini yang banyak jadi pertimbangan adalah logistik (terutama transportasi) dalam proses ekspor produk.
“Pengusaha UMKM juga diharapkan dapat terus melakukan koordinasi yang intensif untuk mengupdate informasinya,” terang Agus Setio Rini.
Pada kesempatan tersebut, PT. Makro Jaya Lestari menyampaikan presentasi produk lada unggulan mereka yakni FAQ dan Double Wash dengan kelengkapan sertifikasi untuk importasi lada yang sudah dimiliki dan rata-rata kapasitas produksi yang mencapai 120 ton/bulan.
Billiton Spice dengan keanekaragaman produk unggulan ekspor dengan brand sendiri juga telah dilengkapi sertifikasi. Billiton Spice selain menghadirkan produk lada hitam dengan aroma yang lebih kuat dan lada putih dengan kandungan piperin >5%, saat ini juga mengembangkan produk lada hijau yakni lada muda yang tidak terlalu pedas serta produk kombinasi lada dengan rempah lainnya.
Sedangkan Cultivia essensial oil memiliki keunggulan dalam prosesnya yang mengedepankan Circular Ekonomy serta melalui proses regenerativedan organic, berangkat dari kesadaran lingkungan pemulihan lahan pasca tambang kaolin di Belitung dengan tumpeng sari lada dengan tanaman atsiri.
