Oleh: Kau Pecinta Damai

Tuan, lihatlah ke bawah dari kursi megahmu,
Rencana indah yang kau susun di atas kertas,
Kini menjelma menjadi badai yang beringas.
Dengar bisik yang berganti menjadi teriak:

Tuan, programmu telanjur ditolak rakyat!
Katanya ini demi kesejahteraan bersama,
Namun di lapangan, jalurnya berbelok arah.
Program yang kau sebut demi pembangunan,
Malah subur menjadi ladang korupsi dan ketamakan.

Pundi-pundi rupiah mengalir ke kantong yang salah,
Menyisakan rakyat yang hanya bisa mengeluh pasrah.
Monopoli kaum sendiri
Bukan lagi rahasia, tak usah kau tutup mata,
Semua proyek ini kau bagi rata—
Hanya untuk kaummu, lingkaran intimmu saja.

Mereka berpesta di atas keringat jelata,
Menguasai dari hulu hingga hilir, tanpa jeda.
Katamu mereka yang bekerja adalah relawan,
Mengabdi dengan tulus demi kemajuan.