Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Senin, 14 September 2026

#Pekan Sastra

Senandung Rinai Tengah Malam

Senandung Rinai Tengah Malam

Oleh: Fitri Rahayu Malam itu Rinai turun tak terkendali terus menyerbu Memanggil gemuruh Meluluhkan
Elegi Dedaunan

Elegi Dedaunan

Oleh: Hendraone Habang Dedaunan dibelai embun pagi Kesejukan memberi semangat kehidupan Terkadang
Kembang Melor Perkuburan

Kembang Melor Pekuburan

Kembang Melor Pekuburan Oleh: Yoelchaidir – Penyair yang Menetap di Bangka Selatan. “Ya Nak,
Lilin

Lilin

Oleh: Hendraone Habang Lilin redup, sumbu mulai pendek Seiring pendar cahaya tak lagi meluas
Waktu yang Hilang

Waktu yang Hilang

Oleh: Hening Cahaya (untuk dr Rosa) Waktu yang hilang. Terseret putaran jarum jam. Tidak akan
Panggung Kosong

Panggung Kosong

Oleh: Hendraone Habang Kita pemeran kesenian Mengungkapkan makna dengan peran Peran yang dihiasi
Belajarlah Melepaskan

Belajarlah Melepaskan

Oleh: Yudha Adinata Perjalanan ini mendaki Menuju puncak misteri hidup jangan kau pikir aroma hujan
Lidah di Panggung, Hati di Ruang Gelap

Lidah di Panggung, Hati di Ruang Gelap

Oleh: Ahmad Gusairi Negeri  ini gemar merayakan kata, para pejabat janji seperti benih yang lupa
Pantun: Serumpun Sebalai Cinta Damai

Pantun: Serumpun Sebalai, Negeri yang Cinta Damai

Pucuk Mayang terus bergoyang… Sebab angin tak kunjung hilang… Kalau lah ada yang jadi
Kau Ingin Abadi

Kau Ingin Abadi

Karya: Hari Aprizal Kau ingin abadi di foto atau di tulisan? Aku bertanya pelan Sebab aku bisa
Ngobeng dan Strongkeng

Ngobeng dan Strongkeng

Oleh: Syabaharza Jika mengulik kembali ke masa lalu. Dahulu ketika ada seseorang yang meninggal
Pray for Indonesia

Pray for Indonesia

Oleh: Ummi Sulis Penat hati memantau kondisi ingar bingar serta degup laju masalah permasalah
UU Daerah Kepulauan: Jembatan Pemerataan dan Keberlanjutan di Negeri Maritim

Balai Damai

Oleh: Abu Khalid Di sini… Kami dilahirkan Kami dibesarkan Kami belajar Kami berjuang Kami
Aku Mengenalmu

Aku Mengenalmu

Oleh: Hening Cahaya (Untuk dr Rosa) Aku mengenalmu waktu itu. Dideretan seragam putih abu abu. Yang
Serumpun Kenangan

Serumpun Kenangan

Oleh: Yudha Adinata Serumpun kenangan hadir Tunasnya memang meranggas Tapi akarnya masih
Sudah ditampilkan semua