Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Rabu, 29 Juli 2026

#Pekan Sastra

Di Ambang Batas Kehancuran

Di Ambang Batas Kehancuran

Oleh: Kaum Pecinta Damai Lentera negeri kian meredup pasrah, Di atas altar pusaka yang mulai pecah.
Yuk, Mari!

Yuk, Mari!

Oleh: Indra
Sebelum Malam Menutup Kegelisahan

Sebelum Malam Menutup Kegelisahan

Oleh: Hening Cahaya Apakah kita masih saling kenal? Tanyakanlah pada malam, apakah rembulan masih
Di Balik Warna-warni Dunia Mainan

Di Balik Warna-warni Dunia Mainan

Karya: Yanto in Action Di bawah langit biru berawan lembut, berdiri kayu dengan senyum tak berubah,
19 Ribu Saset per Hari

19 Ribu Saset per Hari

Oleh: Sang Peramu Aksara (Agus Bahctiar K) ​Hantaran katamu manis… Menyenangkan, dan
Makan Siang Dijarah

Makan Siang yang Dijarah

Oleh: Kaum Pecinta Damai Awalnya adalah janji dalam piring berhias, Tentang gizi yang tumbuh,
Pacak Karne Berse

Pacak Karne Berse

Pantun Menjaga Lingkungan (Bagian IV): Karya: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: ”Batang
Taqwa Melunglai

Taqwa Melunglai

Oleh: Yudha Adinata Dulu pernah menyesap harap Pada debar yang beriringan deburan Melodinya kini
Program Makan Bergizi Gratis riuh digemakan, Katanya demi masa depan, demi gizi anak sekolahan. Tapi di dapur warga, asap kian sulit dikepulkan, Kami dipaksa menelan janji yang diracik di atas meja,

Tuan! Uang Itu dari Pajak Kami, Bukan Keringat Nenek Moyangmu

Oleh: Kaum Pecinta Damai Program makanan gratis itu riuh digemakan, Katanya demi masa depan, demi
Surat Cinta

Surat Cinta

Karya: Anak Bawang Negeri ini membutuhkanmu Jangan berlari darinya Peluhmu menyuburkannya Penatmu
Puing Mimpi yang Kandas

Luka untuk Ros

Karya: Hening Cahaya Tidak semua Kepedihan Sakit hati Kekecewaan Terbuka diungkapkan Karena masih
Membeli Bayang

Membeli Bayang

Oleh: Muhammad Faiq Elfaruq Di panggung kaca yang fana ini Kita kerap menari di atas jempol-jempol
Rumah yang Tak Lagi Sama

Rumah yang Tak Lagi Sama

Karya: Hari Aprizal Ada yang lebih menyakitkan daripada kehilangan Yaitu ketika sebuah tempat masih
Mana 19 Juta Lapangan Pekerjaan yang Kau Janjikan, Tuan?

Pemimpin Buta

Oleh: Kaum Pecinta Damai Di atas kursi kokoh yang terbuat dari jati pilihan, Engkau duduk nyaman,
Taqwa Melunglai

Pagi Raya

Oleh: Fitri Rahayu Tetesan hujan sisa semalam masih basah menempel di daun Lantunan takbir mulai
Sudah ditampilkan semua