Atasi Kebutuhan Trombosit, PMI Bangka Datangkan Mesin Aferesis
“Saat ini sudah berjalan dan melayani donor trombosit. Dan pelatihan SDM masih terus berjalan. Kami akui masih sering mengalami kegagalan namun itu sudah menjadi resiko. Karena bedanya, kalau donor darah reguler itu cukup 15 menit. Namun menggunakan alat ini dibutuhkan waktu 1 jam untuk menghasilkan trombosit. Ada teknis – teknisnya. Seperti tubuh pendonor tidak boleh banyak bergerak dan posisi tangan harus sering meremas remas membentuk bulatan, itu kan capek juga untuk pendonornya. Kalau banyak gerak ya gagal dan kami harus rugi Rp 3 juta. Tapi itu sudah resikonya,” jelasnya lagi.
Terlebih lagi pelayanan listrik saat ini belum memadai dan sering byar pet. Sehingga tekhnis melakukan donor darah trombosit sering mengalami kegagalan.
“Kita memiliki genset tapi untuk saat ini memang belum diinstal. Rencananya kita install setelah ruangan sudah siap. Sat ini masih menggunakan listrik. Sering terjadi ketika dilakukan donor darah, listriknya mati. Memang alat ini bisa dioperasikan selama 30 menit tanpa listrik selama saya tersimpan. Hanya saja, listrik itu suka padam ketika moment pertama proses donor. Sehingga gagal dan harus menunggu 12 jam untuk merecharge alat,” terang dr. Egha.
Ke depannya, Egha berharap alat Aferesis yang saat ini merupakan alat satu satunya fasilitas donor darah trombosit di Pulau Bangka dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan trombosit.
“Kami memohon support dari berbagai pihak agar ke depan PMI Bangka dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Bangka untuk kebutuhan trombosit. Kalau pernah dengar donor plasma ini dia alatnya. Semoga ke depan dapat melayani lebih baik lagi,” harap Egha.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.