Penelitian lama terbitan Archives of Dermatology (2001) mengamati bahwa konsumsi teh oolong satu liter per hari selama seminggu bisa mengurangi gejala dermatitis alergi. Khasiat ini berasal dari kandungan polifenolnya bersifat antialergi.

6. Menurunkan berat badan
Seperti halnya teh hijau, teh oolong mengandung katekin. Kandungan ini berfungsi meningkatkan metabolisme sehingga bisa mengurangi lemak tubuh.

Kandungan kafeinnya juga meningkatkan suhu tubuh saat berolahraga. Alhasil, tubuh pun bisa membakar kalori lebih banyak.

Meski begitu, Anda tidak bisa mengonsumsi teh saja untuk menurunkan berat badan. Anda tetap perlu mengimbanginya dengan olahraga dan mengurangi asupan kalori.

7. Mencegah kanker
Teh oolong kaya akan kandungan yang bersifat antioksidan. Hal ini dapat dapat membantu tubuh melawan radikal bebas penyebab kanker.

Baca Juga  9 Jenis Teh Favorit Berdasarkan Kepribadian, Perfeksionis Pasti Pilih Teh Ini

Teh ini juga mengandung EGCG yang menghambat pertumbuhan, perkembangan, dan pertambahan jumlah sel kanker payudara.

Peneliti pun mengamati bahwa kanker payudara di wilayah produsen teh oolong, Provinsi Fujian, lebih rendah daripada rata-rata total kasus kanker payudara di Cina. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa manfaat teh oolong berperan mencegah risiko kanker ovarium.

8. Mengurangi gejala rematik
Kandungan ECGC pada teh berpotensi mengurangi keparahan gejala pada rematik dengan cara menghambat sel pemicu peradangan. Cara kerja ini membantu menurunkan risiko kerusakan tulang rawan yang lebih parah akibat konsumsi obat penekan imun.

Obat penekan imun juga membuat tubuh rentan mengalami infeksi. Kandungan ECGC juga memperkuat sel imun yang bisa melawan infeksi.

Baca Juga  Jangan Putus Asa, 5 Tips Hidup Sehat Dengan 1 Ginjal

9. Mengendalikan gula darah
Sebagaimana teh hijau, teh dari daun Camellia sinensis bisa melindungi tubuh dari diabetes dan komplikasinya.

Kandungan katekin mengurangi resistensi insulin, yakni kondisi saat tubuh tak bisa menggunakan hormon insulin untuk mengontrol gula darah. Katekin juga meningkatkan fungsi hormon insulin supaya bisa mengendalikan gula darah dengan baik.

10. Melawan bakteri
Kandungan EGCG pada teh oolong memberikan efek antibakteri, artinya bisa melawan bakteri penyebab infeksi. Studi menemukan bahwa EGCG bisa melawan infeksi bakteri Salmonella, E. coli, Pseudomonas, dan Klebsiella spp.

Selain konsumsi teh ini, Anda bisa mendapatkan manfaat antibakteri yang lebih optimal dari makanan probiotik. Ada beragam manfaat teh oolong untuk kesehatan. Namun, beberapa khasiat masih perlu diteliti lebih lanjut.

Baca Juga  7 Penyebab Penyakit Ginjal, Nomor 2 Sangat Rentan

Untuk itu, Anda tidak bisa mengonsumsinya sebagai satu-satunya pengobatan. Konsumsilah teh dengan gula seminim mungkin agar lebih sehat.(***)