BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID — Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel), Ridwan Djamaluddin memimpin rapat koordinasi teknis Penanganan Muara Sungai Jelitik dan PPN Sungailiat di Ruang Batu Rakit, Rumah Dinas Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang dan secara virtual melalui aplikasi zoom, Sabtu (18/3/23) kemarin.

Bersama tim dari Kemenko Marves RI, Pj Gubernur Babel mendiskusikan secara teknis tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pendangkalan Muara Sungai Jelitik supaya dalam jangka panjang kegiatan ini menjadi lebih efektif.

Menurut Pj. Gubernur Ridwan Djamaluddin, Pemprov. Babel memutuskan untuk menggali dulu gundukan pasir yang menghambat alur lalu lintas nelayan. Akan tetapi biayanya tidak murah, sehingga dirinya berusaha agar nantinya ada tindakan yang lebih permanen dan lebih efisien.

Baca Juga  Secangkir Kopi Bersama Peri Sandi Huizche: Sang Maestro 'Mata Luka Sengkon Karta' di Tanah Bangka

Harapannya, alur lalu lintas nelayan dapat terbuka dan lebih mudah, baik di lokasi tersebut maupun jika dipindahkan ke tempat lain yang mungkin lebih bagus.

“Untuk aspek ekonominya, kita berpikir misalnya, silakan lah kalau mau ada yang mengusahakan penambangan pasir di Muara Jelitik itu, namun skenario ini harus sesuai dengan regulasi,” ungkapnya seperti dilansir babelprov.go.id.

Dirinya meminta Asisten Deputi Infrastruktur Dasar, Perkotaan dan Sumber Daya Air Kemenko Marves, Rahman Hidayat beserta tim untuk memaparkan informasi, data, dan pemikiran-pemikiran ke depan yang sudah terkumpul.

Asdep Rahman Hidayat memaparkan kajian rekomendasi hasil rapid assessment. Yakni, pengerukan alur secara teknis bisa dilakukan, alternatif penempatan material keruk perlu ditentukan, update data untuk keperluan analisa, renalysis (e.g., hydrooseanografi, model sediment transport lingkungan), desain Jetty access channel dan talud di pinggir sungai (studi tahun 2004), penataan ulang kondisi dalam pelabuhan, dan koordinasi dengan bidang usaha lainnya (pertambangan).

Baca Juga  Siapkan 2.200 Bibit Tanaman, BPDAS Baturusa Cerucuk Dukung Gerakan Tanam Pohon Polda Babel

Ulasan rekomendasinya, pertama diperlukan kajian untuk _update_ data terkini dengan tool (model) terkini dan pemodelan sediment transport.

Kedua, konsep pengendalian sedimen, pengendalian sedimen pada sisi hulu dilaksanakan dengan checkDam, tanggul, dan maintenance dredging, sedangkan pada sisi hilir dilaksanakan dengan rekomendasi teknis jetty untuk counter long shot transport. Lalu yang ketiga, kegiatan pemanfaatan ruang laut membutuhkan izin kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut PKKPRL.