Calon Imamku?
“Iya lah. Kita udah janjian warna baju sebelumnya. Aku Adiba Ar. Ya Allah, romantis juga ya Kamu. Padahal aku bilang tunggu aku aja sama Angel, eh malah kamu nyusul aku ke toilet,” ujar Adiba tersenyum manis.
“Aku enggak nyusul kamu kok. Aku mau–”
“Mau ke toilet ya? Aduh, maaf ya. Ya udah silahkan. Aku duluan aja,” potong Adiba.
“Enggak-enggak, Aku–”
“Ya Allah Arkan. Ini pasti mawarnya buat aku ya?” tanya Adiba sambil merebut buket mawar di tangan kanan Arkan.
“Makasih ya. Mama tau aja deh kalau aku suka sama cowok yang romantis gini. Tapi nih, aku lebih suka mawar putih, kayak lebih suci gitu. Tapi enggak apa-apa deh, yang penting mawar,” ujar Adiba terkekeh, sambil mencium aroma mawar yang ada di tangan nya.
“Emm, Maaf Adiba. Tapi bunga itu buat–”
“Sayang? Kamu siapa ya?” tanya seorang perempuan yang baru keluar dari toilet sambil melirik Adiba.
“Adiba. Kamu siapa? Kok panggil calon suami aku sayang?!” tuding Adiba.
“Calon suami?! Mas maksudnya apa ya? Kamu mau poligami aku?! Kamu selingkuh mas?!” teriak perempuan berhijab merah maroon tersebut.
“Enggak sayang, aku juga baru kenal barusan,” ujar Arkan sambil menggelengkan kepalanya, ia mendekati perempuan tersebut kemudian memeluknya.
“Poligami? Maksudnya gimana ya?” tanya Adiba.
“Saya itu istri sah nya mas Arkan! Kamu siapanya? Selingkuhannya?!” sinis perempuan tersebut, yang mengaku istri Arkan sambil menekan kata Istri Sah
Ting!
“Tunggu-tunggu,” Adiba segera membuka tasnya untuk mengambil handphonenya. Terlihat nontifikasi WhatsApp dari Angel, Bahwa Arkan sudah menunggunya dari tadi.
Adiba segera menelpon Angel. Setelah beberapa saat, Angel langsung mengangkat nya.
“Arkan di situ?” tanya Adiba langsung.
“Iya, buruan! Lo ngapain sih di toilet? Semedi?! Atau rebahan?! Gue canggung banget nih cuma berdua doang. Buruan ke sini!” terdengar suara Angel yang kesal.
“O-Oke. Gue kesana,” lirih Adiba. Ia menatap dengan raut wajah bersalah sekaligus malu ke arah mereka berdua.
“Maaf ya Mbak, Mas. Saya salah orang. Saya kira, Mas itu calon imam saya. Aduh jadi malu deh. Emm, ini Mawar nya ya mbak, ” Adiba memberikan buket mawar ke perempuan tersebut.
“Hahaha, Ya Allah, mbak. Saya udah takut banget lho kalau ternyata suami saya beneran selingkuh. Tapi, ini mbak, mawar nya buat mbak aja. Saya bisa dibelikan lagi sama suami saya kok,” ujar perempuan tersebut, Keysa namanya. Ia nampak terkekeh kecil sambil memeluk erat suaminya, Arkan.
“Sekali lagi maaf ya Mbak, Mas. Makasih mawarnya. Mari saya duluan,” ujar Adiba, ia segera berjalan dengan cepat meninggalkan kedua pasutri yang terkekeh geli.
“Malu banget gue!” ujar Adiba setelah sampai di meja makannya. Terlihat ada Angel dengan muka kusutnya dan seorang laki-laki berkaca mata yang duduk di sana.
Dia memakai baju Hoodie biru Dongker, celana hitam tak lupa dengan kaca mata hitam nya. Ia terlihat sangat tampan.
“Assalamualaikum, kamu Adiba ya? Aku Arkan. Oh ya, ini mawar putih buat kamu. Suka mawar putih kan?” ujar Arkan, mengenalkan dirinya, ia juga memberikan buket mawar putih ke Adiba.
“Lo dapat mawar dari mana?” tanya Angel heran, kepada sahabatnya.
“Ihhh telat lo ngasihnya Arkan! Gue kesel banget tau! Ih Gue maluu banget! Mama!!” teriak Adiba sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
Sedangkan Angel dan Arkan saling pandang dengan raut wajah bingung dan heran.
“Dia kenapa?” tanya Arkan bingung.
“Kesurupan Mbak kunti penunggu toilet kafe kali.” jawab Angel asal.
Tamat
Khoiriah Apriza, Siswi SMAN 1 Airgegas Kabupaten Bangka Selatan. Pelajar asal Desa Tepus ini aktif menulis dan telah menerbitkan buku kumpulan cerpen Ayah Aku Rindu serta beberapa buku cerpen antologi.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.