Para binatang sama dengan manusia. Punya aktifitas. Lubang sebagai akses keluar masuk dari sarang apabila ditutupi maka akses mereka akan tergangggu. Jika lubang ditutupi maka akan berakibat fatal.

6. Urang buntingdilarang masang paku di dinding atau papan.

Memasang paku didinding bagi perempuan hamil tidak perkenankan. Memasang paku di dinding berarti paku tersebut tertancap. Jika ini dilakukan maka dipercayai perempuan itu akan sulit melahirkan.

Begitu juga dengan suami, harus menghindari kegiatan ini. Kalaupun harus dilakukan maka harus ada sepatah dua patah berupa ajakan yang ditujukan untuk janin. Misalnya : “Yo nak kite maku, yo kite ngikat” (tergantung dengan aktifitas yang dilakukan).

Baca Juga  Kebermanfaatan dan Praktik Baik Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya

7. Ampas tebu jangan di buang ke aik.

Ampas tebu adalah sepah atau sisa setelah air tebu diisap. Apabila ampas tebu dibuang ke air maka air akan dipenuhi dengan ampas tebu yang lama-kelamaan sampah-sampah lain akan ikut tersangkut pada ampas-ampas tebu. Ampas-ampas tebu sangat sulit diurai oleh mikrobakteri.

8. Dak usah nyuci kelambu di aik

Mencuci kelambu di air ditengarai akan membuat buaya menjadi ganas. Kelambu adalah alat pelindung saat tidur. Kelambu pada umumnya berukuran besar sehingga saat dicuci di aik atau sungai maka akan mengganggu warga lain yang sedang mandi.

9. Dak usah mukul aik, kelak ade ular aik

Memukul-mukul air dipercayai akan membuat ular air keluar dari sarangnya. Petuah ini untuk menghindari supaya mandilah dengan cara yang sopan karena percikan air akan kena orang lain yang bisa membuat orang marah atau tidak senang dengan kita.

Baca Juga  Keakraban dan Peningkatan Kinerja

10. Dak usah mandi aik ujan kelak demam.

Mandi hujan bagi sebagian orang membawa malapetaka. Orang yang mandi hujan akan demam karena air yang hujan pada umumnya sangat banyak dan melimpah. Orang yang banyak terkena air hujan membuat badannya mudah sakit.

Meilanto, Pengajar di SDN 13 Koba, Penulis, Budayawan Bangka Tengah.