Karya Laudia Syahrah

Mengagumi hari dari senyuman mentari
Menjadikan akal sebuah argumentasi dimensi
Sudah lara dan selamanya akan menjadi enigma
Sudah kusembunyikan pada cahaya terang penghabisannya

Tinta putih bercatatan pada lengkungan awan
Atau sebuah rasa yang kekal pada gelapnya malam
Aku penyair dari sebuah mata yang ingin dijadikan fakta
Kegagalan yang menjadikan ambisi dari sebuah percekcokan

Baca Juga  Dalam Dekapan Ayah