Lewat Jalur Langit
Karya RWS, Basel~Indonesia
Tidak masuk akal!
Orang selalu mengenakan jam tangan.
namun, masih datang terlambat.
ujarnya sore itu.
via podcast yang kutonton sembari rebahan.
beserta rasa malas, yang menguasai tubuhku.
seketika, ada yang menusuk-nusuk di dadaku, rasa malu.
dalam diam, kulepaskan jam di tangan kiriku
suatu sore, kudengar dia datang.
sungguh, begitu aku ingin sekali berjumpa dengannya.
sekadar menatap dari jauhpun tak apa.
bahkan, ia tak perlu membalas tatapanku.
cukup aku saja.
sekali saja.
sebentar saja.
tapi bagaimana?
aku siapa dia siapa?
pasti bisa.
Lewat jalur langit tak ada yang mustahil, pikirku.
Sejak sore itu.
kuputuskan untuk mengirimkan surat padanya.
setiap malam.
Lewat jalur langit.
yaa, kulangitkan doaku.
kukirimkan secarik kertas.
kubiarkan melayang keatas.
kertas itu, yang telah kutuliskan harapanku.
1 malam berlalu
2 malam berlalu
3 malam berlalu
tetap kukirimkan doaku
tadi malam, mungkin sudah ribuan
entah berapa jumlahnya, aku lupa
dan enggan menghitungnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.