Ada tiga tantangan ekonomi indonesia di tahun 2023.

Pertama, suku bunga yang tinggi tahun 2023 bank sentral negara utama masih menaikkan suku bunga untuk menahan laju inflasi.

Salah satunyaThe Fed yang bakal berimbas pada penguatan dolar AS dan imbal obligasi pemerintahnya. Kondisi ini akan memberikan dampak pada keluarnya dana asing atau outflow dari indonesia.

Sebab, investor akan memilih untuk menaruh dananya dinegara yang memiliki bunga yang tinggi.

Kedua, inflasi karena kenaikan harga energi yang berdampak pada daya beli masyarakat Harga minyak masih dibayangi ketidakpastian di tengah kondisi perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai, pertemuan OPEC, dan rencana negara G7 menetapkan harga minyak.

Baca Juga  Sesungguhnya, Pendidikan Karakter Dimulai dari Rumah

Daya beli ini adalah risiko yang harus tetap dijaga pemerintah agar perekonomian tetap kuat. Konsumsi masyarakat menjadi motor penggerak utama perekonomian Indonesia. Artinya, konsumsi harus tetap bisa tumbuh di atas 5 persen agar perekonomian bisa tinggi.

Ketiga, pelemahan ekonomi global ke kinerja ekspor.  Jika perekonomian negara mitra dagang melemah, maka ekspor Indonesia akan turun.

Di sinilah kebijakan pemerintah harus betul-betul tepat. Meski perekonomian Indonesia saat ini mampu tumbuh di atas 5 persen, jika perekonomian global masih dibayangi awan gelap akan tetap terdampak.

Karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak harus dilakukan, terutama kebijakan moneter, Bank Indonesia, dan sektor riil melalui kebijakan di Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga  Mau Dibawa ke Mana Hubungan Kita

Bila ketiganya bisa berjalan dengan serentak, maka Indonesia optimis dan mampu menghadapi tantangan ekonomi.

Izam Zamali, Mahasiswa Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung