Membangun Trotoar untuk Estetika dan Peningkatan Pendapatan Daerah
Beberapa contoh wilayah tersebut bisa kita jadikan suatu wacana berpikir, hanya perlu sentuhan sedikit dengan membangun trotoar ini bisa berdampak lebih luas bagi pendapaan daerah dan perekonomian masyarakat.
Pertanyaan selanjutnya yang perlu kita jawab adalah apakah ada keterkaitan antara pembangunan trotoar bisa menambah nilai estetika daerah dan berimbas bagi peningkatan ekonomi atau pendapatan daerah tersebut?
Ini bisa kita jawab dengan melihat beberapa kebijakan pemerintah daerah di Indonesia yang fokus dalam pembangunan sarana trotoar ini dapat menambah multiplier efeknya bagi ekonomi-ekonomi baru yang tumbuh dan berkembang.
Misalnya, Kota Bandung yang merubah wajah kotanya dengan menambah fasilitas trotoar yang dibangun berimbas terhadap kunjungan wisatawan, karena efek kejutnya dapat mempercantik wajah kotanya lebih rapi dan ramah bagi pejalan kaki.
Peluang-peluang bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah tentu berimbas dari pembangunan trotoar tersebut.
Usaha-usaha baru tentu akan tumbuh di sepanjang jalan dengan dilengkapi trotoar tersebut, karena masyarakat disajikan dengan pandangan yang lebih rapi dan terlihat kawasan jalan tersebut akan berubah seperti daerah yang lebih maju.
Efek jalan dengan ruas yang lebar dan lebih rapi dengan trotoar tersebut tentunya memiliki peluang pemasangan media-media reklame bagi pihak-pihak swasta melalui space yang disediakan pemerintah, secara jangka pendek maupun jangka panjang ini dapat memberikan efek pendapatan dari reklame tersebut. Selain itu, tentu akan berdiri usaha-usaha kuliner atau restoran karena kondisi jalan yang rapi dan aman untuk pejalan kaki.
Berdiri usaha restoran tersebut tentu berimbas bagi pemerintah terkait peningkatan pendapatan pajak daerahnya, Kaitan dengan pendapatan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tentu ke depan dapat dilakukan penyesuaian nilai NJOP tanah/bangunan yang berada di jalan-jalan yang terlihat lebih rapi dengan adanya trotoar di kiri atau kanan jalan tersebut. Artinya efek ini ke depan dapat meningkatan pendapatan asli daerah dari PBB tersebut.
Terkadang hal-hal yang dipandang biasa-biasa saja terkadang terlupakan oleh pemerintah daerah khususnya bahwa estetika wajah daerah/kota tersebut terbangun karena fasilitas yang disediakan tidak membutuhkan dengan anggaran yang sangat besar untuk membangun infrastruktur jalan berbentuk trotoar tersebut.
Estika atau nilai suatu keindahan dalam hal ini wajah kota yang lebih rapi merupakan hal yang memberikan efek ekonominya bagi daerah.
Beberapa daerah di Indonesia merasakan efek estetika ini berimbas bagi pendapatan asli daerahnya, seperti contoh yang dilakukan di Makasar, Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan daerah-daerah yang lain.
Bercermin dari daerah-daerah yang kategori kota besar pun melakukan hal tersebut akan pentingnya nilai estetika daerah. Karena efek yang ditimbulkan berimbas terhadap wajah kabupaten/kota tersebut dan pada akhirnya berimbas bagi kesejahteraan masyarakat. Semoga!
Dr. Darus Altin, SE, MMSI, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.