Sang Pemancar Sinar
Diperlunak saja sedikit
Supaya tidak banyak penguntit merasa sakit
Sudah dewasa namun kami merasa anak yang tak berada
Terlalu sensitif dalam amarah yang menusuk dada
Aku mengagumi jerih dari pita suaramu
Mengukir indah pada prestasi ku
Mengucapkan terima kasih kepada sinar tanpa pamrih
Melekat pada kenangan diri bening seperti benih
Sampai harap dapat mengetuk langit
Sampai sujud yang terwujud
Banyak tangan yang mengarah ke atas
Berbicara dengan doa tanpa batas
Laudia Syahra, Siswi SMK Yapensu Sungailiat, Bangka
Halaman
1 2

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.