Rimbak, Lebak, Rebak, Kubak, Bebak, Kelekak (Bagian 2)
Empat sudut harus dijaga dan si penjaga harus memantau supaya api tidak ke luar dari rebak. Proses nunu atau pembakaran biasanya dilakukan sore hari.
Bila rebak seluas satu hektar atau empat petak, maka waktu yang dibutuhkan untuk pembakaran rebak sekitar dua jam.
Warga lain biasanya dengan mudah melihat ciri bahwa ada rebak yang dibakar dari asap api hitam pekat kecoklat-coklatan dan kemudian berakhir dengan asap putih tampak dari kejauhan.
Setelah rebak ditunu, akan terlihat jelas lahan tersebut mantak atau angus. Manduk adalah proses mengumpulkan kayu-kayu yang tidak habis dilahap api.
Kayu-kayu dikumpulkan dalam beberapa tumpukan, dan selanjutnya dibakar kembali. Pada lahan yang sudah agak bersih bisa ditanam cadur, beliwo dan mentimun darat pada lahan yang agak basah.
Ngalang/ manteng kerat adalah proses setelah rebak selesai dibakar dan sudah bersih yaitu membuat petak-petak dari susunan kayu untuk ditanam padi.
Dalam kegiatan ngalang / manteng kerat, ditentukan petak-petak untuk ditanami padi cerak, padi ketan, dan umbi-umbian. Dalam proses ini kayu-kayu besar dibiarkan begitu saja yang lama kelamaan akan habis karena dibakar atau mengalami pelapukan.
Pada batang-batang kayu yang besar terutama karet akan tumbuh kulat kuku atau kulat kukur (Shizophylum coomune). Kulat kuku atau kukur menjadi lauk makan yang bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama.
Kulat kuku dijemur sampai kering dan menjadi persediaaan lauk. Ngalang/ manteng kerat juga dikenal dengan istilah pemitak.
Sebelum nuja/ nugal dilakukan, sehari sebelumnya, bibit padi hasil ngetam tahun sebelumnya yang akan ditanam harus dijemur untuk mengusir hama.
Proses nuja/ nugal diawali dengan proses penimbong (penimbongan) rumahan.
Penimbong rumahan yaitu sebuah bangunan kecil yang terbuat dari kayu berbentuk seperti rumah panggung berukuran sekitar 30 – 50 cm.
Penimbong rumahan diletakkan ditempat awal nuja/ nugal. Pada bagian tengah penimbong rumahan diberi lubang pada tanah (lahan) sebanyak tujuh lubang dan setiap lubang diisi benih padi 7 biji.
Setelah itu didoakan oleh dukun atau orang yang dituakan. Di atas panggung penimbong rumahan tersebut diisi dengan rumput-rumput dan kayu isil-isil. Setelah proses penimbong selesai barulah proses nuja/ nugal dimulai. Perbandingan antara tukang tuja dengan tukang mene/ menih adalah satu orang nuja berbanding dua orang mene/ menih. (Bersambung)
Meilanto, Penulis, Pegiat Sejarah dan Budaya

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.