Karya: Windy Shelia Azhar

Gabriel sangat sibuk malam ini
Musababnya, Sang Kuasa menugaskan pekerjaan yang agak melelahkan
Malam ini seratus ruh akan diantar ke gerbang penghidupan
Seratus ringis tangis akan menggemah
Merepotkan, bukan?
Gabriel sedikit jengkel namun tak berani melontar keluh
Ia menenteng kitab Qabli dalam dekap surai cahaya
Dalam se-perdetik cahaya ia berada di atap Aqsa
–bersiap meniup ruhul qudus

Tiba-tiba titik kembang api mewarnai langit barat
Berdentum dalam lengking merobek lengang
Gabriel melesat ke muara Mediterania
Mendapati seribu rupa manusia melolong
Berpadu dengan seratus tangis bayi yang ia hantar
Berikut desing peluru dan denting kunci hulu ledak

Berupa bendera biru, merah, putih, dan hitam jatuh ke tanah
Bagai bidak catur yang roboh ditentang pecatur amatir
Tidakkah bayi-bayi itu bahkan belum sempat mengenal
bendera mana yang harus mereka hormati
Tidakkah ibu yang melolong tak terlalu peduli
bendera mana yang sungguh harus berkibar di atap rumah

Baca Juga  Jejak usai Panggung Wisuda