BANGKA, TIMELINES.ID – Berita di salah satu media online perihal penggerebekan oknum masyarakat yang diduga berbuat mesum di kos-kosan di kawasan Sungailiat, Kabupaten Bangka menggegerkan netizen.

Foto seorang wanita muda bersama pacarnya yang digerebek pada Kamis malam (16/11/2023) pukul 21.00 WIB tanpa wajah disensor di media online itu discreenshoot netizen lalu menyebar di dunia maya.

Atas hal itu, Vr, wanita yang menjadi objek pemberitaan merasa disudutkan. Pada Jum’at siang (17/11/2023), ia menjelaskan pada saat kejadian, memang dia dan RK berada di dalam kamar kos miliknya.

Namun, dia mengaku tidak ada perbuatan asusila yang mereka lakukan. Vr meminta Rk menemaninya di kos – kosan lantaran dirinya merasa takut. Hal ini dikarenakan pada Sabtu (11/11/2023) lalu sekitar pukul 12.00 WIB, dia didatangi 2 orang laki laki di depan kamarnya yang dalam kondisi pintu terbuka.

“Ada 2 orang laki- laki teman yang abang wartawan yang tinggal di kos kosan ini juga. Datang ke kamar saya siang hari,” cerita Vr.

Baca Juga  Kompol Harry Kartono Jabat Wakapolres Bangka Selatan

Saat itu kedua orang itu datang untuk mengajak berbicara. Namun kondisi sudah mulai aneh, ketika kedua oknum wartawan ini mengajaknya untuk melakukan “short time” dan meminta mencari teman cewek yang cantik.

“Disitu saya sudah merasa risih. Memang waktu saya pulang kerja. Habiskan dinsum. Dan saya pulang ganti baju mengenakan daster pendek. Kondisi pintu kamar terbuka,” jelasnya.

Mendengar ajakan kedua laki laki tersebut, Vr pun mulai merasa takut. Namun dia masih membalas komunikasi kedua laki laki tersebut dengan sopan dan menolak dengan halus.

“Saya bilang baik-baik, gak la bang saya ga gitu. Saya ga bekerja open BO. Saya udah gemetar. Saya masih meladeni sambil bercanda. Sambil pura- pura bermain HP. Saya melakukan panggilan video call kepada teman dengan menggunakan kamera belakang. Tapi posisi gambarnya goyang karena tangan saya udah gemetar,”katanya.

Baca Juga  Diduga Peras Kepala Dinas LH Babar, Oknum Wartawan Media Online Diringkus Tim Macan Putih

Sesaat karena sudah melihat Vr sibuk bermain handphone kedua laki-laki itu kemudian menjauh. Dengan sigap Vr menutup pintu kamarnya. Dirinya pun langsung menghubungi pacarnya melaporkan peristiwa yang ia alami.

“Semenjak hari itu saya meminta pacar saya untuk menemani saya. Karena abang-abang itu sering berada di kamar kos temannya dan suka datang hingga larut malam. Jadi saya takut,” cerita Vr.

Tak menaruh rasa curiga sedikit pun. Vr terus menjaga jarak dengan penghuni kos- kosan yang disewakan oleh laki laki yang mengaku bekerja di sebuah media.

Hingga pada Kamis malam (16/11/2023) sekitar pukul 21.00 WIB. Dia mengaku kaget ketika ada yang mengetok pintu kamarnya. Dan terlihat 6 orang personel Satpol PP Bangka bersama ketiga oknum wartawan tersebut ada di depan pintu.

Baca Juga  Jelang Pembukaan Porprov VI Babel, Gladi Bersih Pengamanan Digelar Besok

Keduanya lalu langsung digiring ke Markas Satpol PP Kabupaten Bangka untuk diperiksa. Dengan menjelaskan cerita yang ia alami Vr dan RK pun lalu dipulangkan ke kosan pada Jum’at dini hari (17/11/2023).

“Iya saya tau saya salah karena berada di dalam kamar dengan pacar saya. Cuma disitu kami tidak melakukan hal apapun seperti yang diberitakan. Murni karena saya takut setelah mereka mengajak saja shortime,” ujar Vr.

Vr diketahui bekerja berjualan makanan di Sungailiat sehingga dirinya harus tinggal di sebuah kosan lantaran rumah orang tuanya berada jauh dari tempat dia bekerja.

Pemberitaan yang dinilai menyudutkannya di sebuah media tentu membuatnya merasa malu. Apalagi nama terang ia dan pacarnya, pekerjaan hingga wajah jelasnya terpampang di media online dan membuat dirinya mendapat teguran keras dari keluarga dan orang terdekat akibat pemberitaan tersebut.