Yaitu pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Karena kadang kita lupa bahwa setiap anak itu unik dan setiap
anak itu berbeda, sehingga sangat penting merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak.

Sebaiknya dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada anak harus memperhatikan beberapa hal, seperti melibatkan anak untuk aktif, berkolaborasi dengan teman, menemukan ide-ide baru dan menciptakan hal-hal baru yang membuat anak menjadi

Pemecah masalah, bukannya merancang pembelajaran yang itu-itu saja dan tidak mau repot.

Kemudian hal yang ketiga yang harus dilakukan dalam mewujudkan merdeka belajar adalah merancang pembelajaran berdiferensiasi.

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang berfokus pada anak, pembelajaran yang memberikan kebebasan pada anak didik sesuai dengan minat dan kebutuhannya, sehingga dapat mengembangkan potensi yang dimiliki.
Meski dalam usia yang sama, anak-anak memiliki potensi yang berbeda.

Baca Juga  Mahasiswa MP UAD Gelar Webinar Nasional, Tingkatkan Kompetensi Guru Wujudkan Merdeka Belajar

Lembaga juga berperan penting dalam menyediakan lingkungan sekolah yang mendukung tumbuh
kembang anak.

Tersedianya lingkungan yang beraneka ragam dan berbeda-beda akan membuat anak dapat memilih mereka mau bermain alat permainan yang mana.

Namun alasan yang sering terdengar adalah adanya keterbatasan yang dimiliki, seperti dari sisi finansial, kurang lengkapnya fasilitas di sekolah, kurangnya dukungan antar sesama guru, dan masih banyak hal lain yang dijadikan alasan.

Padahal yang dibutuhkan dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi adalah ide kreatif yang akan menghasilkan sebuah hal inovatif.

Pada kenyataannya ketika ada interaksi positif dengan anak saat pembelajaran berdiferensiasi, anak semakin mudah mengenali minat yang dimiliki, karena anak bebas memilih jenis pembelajaran yang telah disiapkan pada hari itu.

Baca Juga  Hari Pers Internasional, Pentingnya Kebebasan Pers dan Kebebasan Berekpresi

Walaupun ada anak yang masih kesulitan untuk menentukan minat dan kesenangannya, peran guru saat mendampingi
anak akan sangat membantu.

Pertanyaannya, pentingkah merdeka belajar pada anak usia dini? Jawabannya adalah penting.

Karena hal tersebut telah saya rasakan.

Ketika kita paham bahwa setiap anak itu unik, memiliki karekteristik dan potensi yang berbeda, kita merancang pembelajaran yang berpusat pada anak kemudian penerapannya melalui pembelajaran berdiferensiasi, maka anak akan merasakan merdeka belajar yang sesungguhnya.

Tak kalah penting adalah dukungan warga sekolah. Semangat yang sama dan tujuan yang sama dalam mewujudkan merdeka belajar pada anak usia dini. Dan terus mengupgrade diri menjadi guru yang lebih baik.

Baca Juga  Implementasi Pendekatan Belajar Open-Ended dalam Proses Pembelajaran

Hutarina Budiani, S.Pd Guru TK Negeri 1 Tukak Sadai

Juara I Lomba Menulis Opini Hari Guru Nasional dan PGRI Kecamatan Tukak Sadai