Sedangkan masyarakat lokal yang selama ini mengandalkan penambangan timah sebagai sumber pendapatan utama masih tetap menggali walau hasil yang didapat terkadang tidak mencukupi.

Melihat taraf hidup masyarakat, penambangan timah rakyat memberikan dampak ganda.

Di satu sisi, ada peningkatan pendapatan bagi sebagian masyarakat yang terlibat langsung dalam penambangan.

Kesejahteraan perekonomian kampung pun ikut meningkat, seperti yang telah dikatakan oleh salah satu masyarakat lokal bahwa dari “bagi hasil” tersebut dapat memperbaiki/membangun/membeli kebutuhan fasilitas kampung seperti pembangunan pagar Tempat Pendidikan Agama (TPA), perbaikan podium, pembangunan perluasan masjid, pembangunan fasilitas olahraga, dan juga dana tersebut digunakan untuk santunan jika terdapat masyarakat yang memiliki riwayat penyakit kronis atau meninggal.

Baca Juga  Strategi Pengembangan Wisata Bahari untuk Menarik Investasi ke Bangka Belitung

Namun, di sisi lain, dampak lingkungan dan sosialnya dapat merugikan masyarakat secara keseluruhan.

Lingkungan yang terganggu oleh aktivitas pertambangan dapat merugikan sektor pertanian dan perikanan, mengancam keberlanjutan ekosistem lokal.

Selain itu, adanya penambang rakyat, termasuk perempuan dan anak-anak sekolah, menimbulkan pertanyaan terkait dengan keamanan dan kesejahteraan mereka.

Apakah kebijakan dan perlindungan yang memadai telah diterapkan untuk melibatkan mereka dalam aktivitas tambang yang seringkali berbahaya?

Pemerintah perlu merespons dengan bijaksana terhadap dinamika ini.

Memastikan regulasi yang jelas dan perlindungan bagi penambang rakyat adalah langkah krusial.

Selain itu, diversifikasi ekonomi lokal perlu dipertimbangkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada satu sektor ekonomi yang tidak stabil.

Baca Juga  Ketika Tunas Sastra Tumbuh di Ajang FLS3N

Untuk membuat masyarakat beralih dari sektor pertambangan, pemerintah seharusnya dapat menyediakan lapangan pekerjaan yang menjamin kesejahteraan ekonomi-sosial kepada masyarakat.

Terutama lapangan pekerjaan yang memikirkan kondisi masyarakat yang tingkat pendidikan formalnya rendah, juga masyarakat di usia-usia renta.

Sehingga masyarakat tidak ketergantungan dengan pertambangan timah.

Kemudian, pemerintah juga perlu memberikan pemberdayaan kepada masyarakat seperti pelatihan keterampilan kerja dengan melibatkan kreativitas dan inovasi yang ada pada masyarakat serta memberikan modal usaha kepada masyarakat.

Dengan adanya solusi ini masyarakat juga diharuskan memiliki kesadaran untuk dapat beralih profesi mengingat bahwa timah merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui dan pasti akan habis.

Oleh karena itu dalam menyikapi masalah ini, pentingnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, serta pemangku kepentingan, dan pemerintah setempat menjadi kunci dan juga diperlukan dialog terbuka dan transparan untuk mencari solusi bersama yang berkelanjutan.

Baca Juga  Peran Penegak Hukum dalam Menegakkan Aturan Penambangan Timah yang Bertanggung Jawab

Jika tidak, dampak sosial dan lingkungan dari tambang timah rakyat dapat terus meningkat, meninggalkan masyarakat setempat dalam kondisi ketidakpastian dan ketidakamanan ekonomi.

Harmin dkk, mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung