Ibu, Aku Mencintaimu
“Nak, Ayah tahu, pasti kamu takkuat menyanyikan lagu ini. Pasti kamu merindukan ibumu di alam sana,” ucap Ayah.
“Iya, Ayah, aku sangat merindukan nya,” jawabku singkat sambil meneteskan air mata.
Berdiri di hadapan ratusan orang, bermodalkan nama kecil dan tampang pas-pasan. Datang dari kalangan asing yang direndahkan, di mimpipun aku takpernah mendambakan kesempatan ini, karena terlalu tinggi inginku jika memimpikannya. Tetapi, aku menciptakannya, menciptakan kesempatan yang kuperjuangkan sendiri dengan ambisi, hingga akhirnya aku berdiri di hadapan mereka yang dulu pernah menertawakanku, mencaci maki, dan memandangku sebelah mata, karena profesiku sebagai seorang pengamen jalanan.
Atas izin Allah, aku membuktikan pada mereka yang memandang rendah orang sepertiku. Mata-mata itulah yang menjadi bukti kekaguman mereka atas kelebihanku. Dari mata itu keluar air mata yang meyakinkanku bahwa hari ini aku ada, bahwa hari ini aku dilihat, bahwa hari ini aku menjadi bagian mereka yang dulu sempat mengasingkanku.
Di panggung besar itu, di pelukan ayahku sambil menangis, mengingat segalanya. Aku tersentak kaget, karena sorak sorai dan tepuk tangan yang meriah dari orang-orang yang berdiri berhadapan denganku, juga juri menyebut namaku sebagi pemenang kompetisi lomba itu.
Aku hanya bengong tersenyum tak percaya lalu ayahku yang melihatku tersenyum kaget kembali memelukku dan berkata.
“Anakku, kamu hebat Nak, ayah bangga padamu,” ucap Ayah sambil memelukku dengan erat, penuh kasih sayang.
Dipelukan Ayah, aku takbisa mengeluarkan satu dua patah kata, aku hanya tersenyum dengan linangan air mata, lalu memejamkan mata untuk melihat Ibu tersenyum di sana.
Aku berkata dalam hati, “Ibu, aku mencintaimu.” Sambil memejamkan mataku dipelukan Ayah.
Tamat
Simpang Rimba 3 Febuari 2024
Putri Simba, Siswa SMAN 1 Simpang Rimba yang aktif menulis. Ia masuk dalam 15 penulis terbaik Lomba Inkubator Literasi Pustaka Nasional serta meraih juara III Lomba Menulis Cerpen Hari Bhayangkara Polres Basel tahun 2023.
