Pendidikan Ajaran Rasulullah
Selain memberikan pengajaran yang baik, orang tua juga wajib mengajarkan anak cara memilih teman yang baik. Hal ini juga dijelaskan dalam riwayat hadis “Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman,” (HR Imam .Abu Dawud-Imam Ahmad).
4. Mengajari Anak untuk Bertanggung Jawab dan Amanah
Tidak hanya akhlak yang baik, anak juga harus mempunyai rasa tanggung jawab dan amanah dan ini harus kita ajarkan sedini mungkin, salah satunya dalam hal agama seperti melaksanakan perintah Allah.
Dalam hal praktik salat misalnya Rasulullah saw mengajarkan kita, “Suruhlah anak kalian salat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggalkan salat, maka pukullah ia, dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita)”. (HR Abu Dawud).
5. Jangan Cepat Memarahi Anak
Anas bin Malik, seorang pelayan muda yang tinggal di rumah Nabi Muhammad meriwayatkan, “Saya belum pernah melihat orang yang lebih baik kepada keluarga daripada Rasulullah. (HR. Muslim).
Meskipun terkadang Anas bin Malik membuat kesalahan dalam tugasnya karena usianya yang masih muda, Nabi saw tidak lantas cepat memarahinya.
Mendidik anak memang tidak mudah, butuh kesabaran dan kesungguhan dalam menjalankannya. Tidak jarang, ada saja perilaku anak yang membuat emosi kita menjadi tidak terkendali.
Namun Islam mengajarkan bahwa sebagai manusia, kita harus senantiasa bersabar termasuk dalam mendidik anak. Jika anak membuat kesalahan, jangan langsung dimarahi karena hal itu akan membawa dampak buruk bagi si anak. Cobalah meredam amarah terlebih dahulu, lalu berikan pengertian kepada anak bahwa apa yang dia lakukan adalah salah.
6. Tunjukan Cinta kepada Anak
Rasulullah saw adalah sosok ayah dan kakek yang penyayang yang memberi kehangatan cinta kasih kepada anak-anaknya. Dia tidak ragu menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak di hadapan masyarakat dan membuat mereka merasa istimewa dan dicintai.
Hal itu bertolak belakang dengan laki-laki pada masanya, yang menganggap menunjukkan kelembutan seperti itu terhadap keluarga dan anak-anak bukanlah ciri maskulin.
Nabi Muhammad saw kerap mencium cucunya, salah satunya Hasan. Ketika hal itu disaksikan oleh al-Aqra’ bin Haabis at-Tamimy, ia langsung berkomentar, “Aku memiliki sepuluh anak. Tak satu pun yang pernah kucium.”
Rasulullah lantas mengalihkan pandangannya kepada Aqra’, lalu berkata, “Orang yang tidak mengasihi tidak dikasihi.” (HR. Bukhari). Penjelasan di atas setidaknya memberi kita gambaran bahwa Rasul sudah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa memberikan kasih sayang sepenuh hati kepada anak. Karena anak adalah titipan dari Allah yang harus kita didik dan perlakukan sebaik mungkin.
7. Berdoa dan Mohon kepada Allah yang Terbaik untuk Anak
Cara terakhir yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah berdoa dan memohon kepada Allah agar anak-anak kita menjadi anak saleh dan tidak meninggalkan perintah Allah Swt.
Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup dan kehidupan manusia. Setiap usaha, kegiatan dan tindakan yang disengaja untuk mencapai tujuan harus mempunyai dasar sebagai tempat berpijak yang baik dan kuat.
Begitu juga dengan pendidikan Islam sebagai usaha untuk membentuk manusia yang berkepribadian utama harus mempunyai dasar yang baik.
Rega Afriana, S.Pd, Fasilitator SDIT Alam Cahaya, Toboali, Bangka Selatan
