Dengan niat, suatu perbuatan akan bernilai ibadah di sisi Allah Swt. Namun, diterimanya ibadah bergantung pada niatnya. Apabila tidak disertai niat, ibadah menjadi tidak sah dan harus diulangi lagi. Niat bisa dilakukan dalam hati ataupun diucapkan dengan lisan.

Niat menjadi salah satu kunci utama untuk menciptakan kenikmatan dalam beribadah dan juga kunci sebagai sumber keistimewaan dalam menjalankannya.

Berdasarkan hadis Arbain Nawawi ke-1 yang menjelaskan tentang urgensi niat disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) .

Baca Juga  Penanganan 20 WNI Korban TPPO di Myanmar, Divhubinter akan Koordinasi Dengan Interpol Thailand

Sedangkan dalam hadis Arbain nawawi yang ke-37 disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda:  Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan kemudian menjelaskannya. Barang siapa yang berniat melakukan kebaikan lalu tidak mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna, dan jika dia berniat mengerjakan kebaikan lalu mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus lipat hingga perlipatan yang banyak. Jika dia berniat melakukan keburukan lalu tidak jadi mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna, dan jika dia berniat melakukan keburukan lalu mengerjakannya, maka Allah menulis itu sebagai satu keburukan.”

Oleh karena nya, mari kita bersama-sama untuk memperbaiki niat kita dalam ibadah kepada Allah Swt. Banyak amal dunia yang tercatat dalam amal akhirat karena niat yang baik. Dan sebaliknya banyak amal akhirat yang dinilai amal dunia karena niat buruk. dibalas sesuai dengan apa yang diniatkan.

Baca Juga  Daftar Makanan Sehat untuk Ibu Hamil, Simak ya Bun

Dalam beramal dan beribadah apa bila dimulai dengan niat yang baik dan jelas akan mendapatkan nilai pahala yang besar. Niat ini menjadi sesuatu yang penting.

Niat juga akan bisa menentukan nilai dari ibadah yang kita lakukan. Niat bisa diibaratkan seperti angka 1 di depan angka 0. Semua angka 0 tidak akan nemiliki nilai walaupun jumlahnya banyak, namun jika di depannya diletakkan angka 1 maka angka 0 akan memiliki nilai.

Semakin panyak nol di belakang angka satu, maka akan semakin besar nilai yang dimiliki oleh angka 0 itu. Begitu juga ibadah kita. Semua akan tidak ada nilainya ketika ibadah tidak diniatkan dengan benar. Semakin banyak kita beribadah dengan niatan yang benar maka semakin tinggi nilai kualitas dan kuantitas ibadah yang kita lakukan. Dengan tingginya nilai ibadah, maka peluang untuk diterima oleh Allah sangatlah tinggi.

Baca Juga  Hukum Minum Kopi yang Masih Panas

Perbaiki niat kita dengan sangat baik dalam menjalankan segala aktivitas kita di dunia. Banyak amal perbuatan yang tergolong amal duniawi, tapi karena didasari niat yang baik maka tergolong menjadi amal akhirat. Dan sebaliknya, banyak amal perbuatan tergolong amal akhirat, tapi ternyata menjadi amal duniawi karena didasari niat yang buruk.

Semoga kita diberikan kekuatan oleh Allah Swt untuk dapat senantiasa memiliki niat baik khususnya dalam menjalankan ibadah yang menjadi dasar dan tugas utama kita diciptakan di dunia ini. Aamin.

Nur Aisyah, S.Pd, Fasilitator SDIT Alam Cahaya, Toboali, Bangka Selatan