Demonstrasi, Apakah Sama dengan Anarkis?
Anarkisme terus berkembang dan mempengaruhi berbagai gerakan politik, seperti gerakan buruh, gerakan antikorupsi, gerakan lingkungan dan menentang pemerintah.
Pilihan dan Apa yang Harus Kita Lakukan
Dalam konteks demostrasi akhir akhir ini, semestinya kita semua terutama pemerintah harus berhati-hati dengan gerakan anarkisme ini. Jelas banyak varian pembelokan isu dari demonstrasi yang terjadi.
Misalnya, tuntutan yang semula fokus pada pengadilan mantan Presiden Jokowi beralih ke isu bubarkan DPR_ cara ini khas anarkisme. Juga isu penolakan kenaikan pajak beralih ke isu pengrusakan rumah para pejabat dan penjarahan.
Intinya ada pengalihan isu utama ke arah destruktif yang mirip sekali dengan cara cara ideologi anarkisme/Anarko.
Penanganan
Tentu anarkisme ini harus segera dihentikan. Pemerintah sebagai pemilik otoritas negara harus tetap bijak dan jangan terjebak pada pola-pola anarkisme.
Tegakkan wibaya aparat keamanan dengan lebih manusia bukan melulu kekerasan. Persuasif tetap perlu diutamakan untuk meredam massa seperti dilakukan Gubernur DIY atau oleh sejumlah tentara humanis beberapa tempat di Jakarta.
Jelas harus ditindak tegas pelaku pelaku anarkis di berbagai demostrasi l. Usut dan adili secara transparan.
Saatnya hukum dan penegak hukum dan keadilan bekerja membuktikan bahwa pemerintahan ini bersih dan jauh dari kesan “militeristik”.
Rakyat butuh kepastian hidup, penegakan hukum dan keadilan.
Seperti banyak video, tiktok yang beredar, Pemerintahan khususnya Presiden Prabowo menginventarisir dan memetakan berbagai persoalan.
Skala prioritas program mulai diterapkan seperti tuntutan menghapus berbagai kenaikan gaji dan fasilitas anggota Dewan yang sangat menyakiti rakyat. Batalkan kebijakan kenaikan pajak yang terlampau tinggi.
Saatnya pembuktian bahwa Presiden Prabowo konsisten menyeret para koruptor kakap yang masih terkesan tak tersentuh hukum.
Presiden harus membuktikan bahwa pilihan rakyat terhadapnya bukan salah pilih atau beda apa yang diomongkan dengan praktiknya.
Amanah itu memang tidak ringan tetapi sikap tegas konsisten pada pro rakyat harus dilakukan sekarang.
Demikian juga dengan para anggota DPR/DPRD saatnya mengevaluasi diri bahwa kalian memang mewakili rakyat dalam arti sesungguhnya. Perjuangkan nasib mereka, sejahterakan, dan buktikan bahwa mereka tidak sia-sia memiliki wakilnya. Tinggalkan kepentingan pribadi dan hanya memperkaya diri dengan meninggalkan rakyat. Buatlah kebijakan yang tidak mencekik rakyat.
Penutup
Anarkisme itu lahir karena akumulasi persoalan yang menumpuk tak ada solusi. Ketika solusi tak ditemukan maka anarkisme akan menjalari rakyat sebagai pilihan.
Demonstrasi akan liar tak terkendali seperti akhir akhir ini kalau persoalan tak mendapat jalan keluar.
Jadi, pilihannya harus memberi solusi makmurkan, sejahterakan rakyat. Inilah momentumnya.
