Aku mencarimu sampai lelah tidak terbantah.
Menatap tempat yang pernah disinggah.
Menapaki jalan jalan yang pernah kita lalui.
Bertanya semua orang yang ada.
Semua telanjang dada geleng kepala.
Membuat kerinduanku nyaris beku ditelan waktu.

Diam aku disudut lelahku.
Tersandar lesu pada bayang bayang garis cahaya.
Yang melintas tidak sengaja.
Bawa kabar tentangmu.
Kau mandi dikolong belakang rumahmu.
Bergairah gerah setengah tengadah.
Mengusap usap sabun colek.
Di sekujur tubuhmu.

Tanpa malu malu memanggilku.
Melempar bekas kaleng susu.
Dan akupun hanyut tenggelam, dalam pelukan keruhnya air kolong.
Bersama mimpi mimpiku.

Tanjungpandan, akhir Oktober 2025.

Baca Juga  Kotaku, Surat Buat yang Lupa