Oleh: Putri Simba

Ibu…
Dua puluh tahun sudah aku hidup di pelukanmu
Dari tangis bayi hingga langkah pertama ke sekolah
Engkau selalu ada untukku, meski tubuhmu terasa lelah
Meski dunia tak dirasa ringan padamu

Aku tumbuh dari doa-doamu
Yang engkau bisikkan di antara wajah panas dan lantai dingin
Aku besar dari kesabaranmu
Yang takpernah engkau sebut sebagai luka atau beban

Ibu
Apa engkau pernah mengetahui?
Bahwa di setiap langkah kakiku
Ada pundakmu yang lebih dulu letih menahan segalanya
Bahwa di setiap mimpiku
Ada tidurmu yang engkau korbankan demi rasa nyamanku

Ibu
Maafkanlah aku
Yang sering mengira bahwa cintamu tidak pernah lelah.
Maafkanlah aku ibu
Karena selalu membuatmu menangis dalam diam dan belum bisa membahagiakanmu

Baca Juga  Jejak Rindu Takbertepi

Ibu
Aku berjanji tuk wujudkan doamu
Kan kugapai cita dengan sungguh-sungguh
Menelan lelah, seperti caramu menahan lapar saat takada pengganjal perut
Belajar tanpa mengeluh, berjuang tanpa lelah.