Satu sisi positif dan kuat, bahwa PGRI menjadi sebuah organisasi perjuangan yang mengedepankan solidaritas. Maka, perlunya pelaksanaan konferensi sebagaimana mekanisme yang telah ditetapkan dalam organisasi agar PGRI tetap hidup, responsif, serta mampu berdaya saing dalam menghadapi tantangan zaman yang amat pesat.

Guru tidak hanya diwadahi secara formal, melainkan sesuai harapan bersama bahwa PGRI sebagai organisasi yang harus mampu memperjuangkan profesionalisme, kesejahteraan, perlindungan, dan solidaritas.

Secara umum konferensi ini diharapkan mampu memberikan output kepemimpinan yang sesuai harapan untuk mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, namun tetap didukung oleh anggotanya.

Demi kemajuan bersama konferensi dihadirkan secara demokratis dam menjunjung tinggi semangat gotong-royong dan kekeluargaan. Dalam konferensi biasanya ditemukan perbedaan pendapat para anggota. Namun pada dasarnya hal itu merupakan keberagaman yang menyatukan organisasi.

Hasil konferensi yang melahirkan kepengurusan baru dalam ranting 1 PGRI Kecamatan Toboali ini, diharapkan bisa menjadi energi baru, mendesain program nyata dan menguatkan kebersamaan dengan merangkul seluruh anggota. Sehingga sinergi dapat benar-benar diwujudkan dalam menjalan roda organisasi.

Konferensi bukanlah sekadar siapa yang terpilih, namun lebih dari itu perlunya langkah konkrit untuk melahirkan organisasi yang terus bertumbuh dan berkembang. Setelah kepengurusan baru terpilih, saatnya terus menyalakan obor perjuangan para guru dalam berkarya, berprestasi dibidang pendidikan. Melalui asas kebersamaan, musyawarah dan komitmen kuat PGRI ranting I Kecamatan Toboali menjadi wadah perjuangan sekaligus pengabdian bagi para guru dan tenaga kependidikan.

Secara lengkap kepengurusan terpilih Ranting 1 PGRI Kecamatan Toboali masa bakti 2025-2030 terdiri dari pengurus harian: Ketu (Nova, S.Pd.); Wakil Ketua (Hary Prayogi, S.E.); Sekretaris (Ana Dewi Anggraeni, S.Pd.I.); Wakil Sekretaris (Meisy Ulfa, S.Pd.); Bendahara (Yulisda Oktaviani, S.Pd.).

Selain itu dalam menjalankan organisasi, pengurus harian dibantu oleh sekretariat bidang terdiri dari (a) Organisasi dan Kaderisasi ((Nery.K, S.Pd.); (b) Pengembangan Profesi & Karier Guru, Pendidik & Ketenagakerjaan (Renita Sari); Penegakan Kode Etik, Advokasi dan Perlindungan Profesi (Selviyana); Pembinaan & Pengembangan Lembaga Pendidikan (Mariza); Kerja sama & Pengembangan Usaha (Mela Indriani); Pemberdayaan Perempuan (Elisa Ardi); Komunikasi & Informasi (M. Riski)’ Olahraga & Seni Budaya (Fany Chandra); Pengembangan Pendidikan Khusus, PAUD, & Non-Formal (Eny Martikarani).

Akhirnya, selamat dan sukses kepada pengurus terpilih untuk melanjutkan estafet perjuangan yang mampu mengakomodasi aspirasi anggota secara responsif dengan tindakan nyata.

“Hidup Guru, Hidup PGRI, Solidaritas Yes!”.