Hari Kesembilan

Karya: Yak Dand

Kamis dini hari, subuh di hari kesembilan di Nabawi, iqomah agak lama dikumandangkan. Saum sunnah Senin-Kamis. Selesai Subuh, hamba keluar dari Bab Bilal, menuju lokasi tempat bertemu cinta. Saat menunggu di bawah salah satu payung Nabawi, hamba melihat ke arah perkuburan Baqi; banyak jamaah mengantri. Hamba ikut mengantri dan masuk Baqi dengan niat ziarah. Alhamdulillah, di hari-hari terakhir di Kota Nabi, hamba dianugerahi kesempatan masuk makam.

Bersama jamaah yang mengular, hamba antre masuk ke makam. Baqi dibuka setiap hari. Setelah melepas sandal, hamba masuk Baqi, lampu-lampu masih menyala karena suasana masih temaram. Setelah melafazkan salam ke ahli Baqi, hamba masuk dan berjalan menyusuri jalan setapak di area makam, lalu berhenti di makam sahabat dan ahli bait yang dijaga oleh petugas sambil memberitahu makam siapa yang kami lewati.

Tidak bisa berhenti lama, namun sesuai pesan guru, hamba bisa mengirimkan doa dan Al-Fatihah. Jamaah terus diarahkan bergerak oleh petugas. Baqi sangat luas, sampai hari benar-benar terang hamba baru keluar Baqi. Alhamdulillah bisa mengabadikan Nabawi dari Baqi dengan Nokia jadul hamba. Menurut info, ternyata Kamis dan Jumat Baqi baru dibuka untuk ziarah, jadi tidak setiap hari—namun saat ini belum dapat info terbaru.

Hamba keluar Baqi dengan rasa syukur sebab dengan niat keingintahuan, hamba bisa ziarah masuk ke Baqi. Hamba bergegas ke payung Nabawi yang telah disepakati untuk bertemu cinta. Saat menunggu, hamba bertemu jamaah Mesir; dia kagum dengan payung Nabawi yang mekar saat matahari mulai tinggi. Ya, hamba juga menikmati detik-detik semua payung mekar dari kuncupnya di pagi itu. Jamaah Mesir bercerita gembira bahwa mereka akan ke Mekkah Al-Mukarramah hari ini untuk memulai rangkaian ibadah haji. Hamba dan jamaah berencana berangkat besok, Jumat.