Karya Laudia Syahrah

Aku selalu terpukau dengan manusia
Mendengarkan cerita walau tak baik-baik saja
Berani membisu diri, hanya demi empati
Menutup suara pada telinga hanya demi sadar diri

Aku menatap lebih dari satu kenangan sebuah angan
Sebuah nafas menghembuskan tanpa kesan
Nasi tidak selalu tentang beras
Namun bisa dikatakan sebuah luka yang membekas

Tentang sebuah kisah penuh luka
Tertampang mesra lagi bahagia
Aku jelaskan sebuah mata dari tetesan
Mengungkapkan aku masih bisa bertahan

Baca Juga  Utopia di Balik "Pelan dan Pasti"