Oleh: Sintiya Meyliza — Mahasiswa Universitas Bangka Belitung

Sikap Pemprov Kepulauan Bangka Belitung yang tidak mengoperasikan lagi Jembatan Emas yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka melalui lintas timur menuai kritik dari sebuah kalangan.

Jembatan yang dibangun pada tahun 2017 oleh almarhum Gubernur Bangka Belitung, Eko Maulana Ali, dikenal sebagai jembatan buka tutup sistem bascule.

Jembatan yang panjangnya mencapai 784,5 meter dan lebarnya 23,2 meter menghabiskan hingga Rp 4,35 miliar untuk dibangun.  Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka percaya bahwa keberadaan Jembatan Emas Babel akan memperpendek jarak tempuh dua wilayah.

Salah satu ciri khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah jembatan ini. Jembatan Emas memiliki manfaat besar bagi sektor ekonomi, terutama untuk menghubungkan Kabupaten Bangka dengan Kota Pangkalpinang.

Baca Juga  Membaca Korupsi dari Kacamata Filsafat Hukum: Antara Norma, Etika, dan Realitas

Jembatan ini memiliki kemampuan untuk menghidupkan perekonomian baru di satu wilayah dan mempersingkat jarak tempuh masyarakat.

Selain itu, jembatan ini meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mempererat hubungan sosial yang berdampak positif pada perekonomian masyarakat.

Keberadaan jembatan juga dapat mengurangi kemacetan di pusat kota Pangkalpinang. Jalan Semabung masih terlalu padat meskipun tidak ditutup. Kemacetan di Pangkalpinang sangat parah.

Tetapi karena dianggap terlalu mahal untuk anggaran, pemerintah Provinsi Bangka Belitung menghentikan operasi buka tutupnya.

Keputusan tersebut dibuat karena ancaman keselamatan dan efisiensi anggaran, kata Hidayat Arsani, gubernur Bangka Belitung.  “Kita putuskan buka dulu daripada ditutup, karena kalau ditutup risikonya akan tinggi. Kalau tidak dibuka, bahaya,” katanya.  Tidak ada pasokan solar selama tiga hari di lokasi ini karena keterbatasan distribusi.(beritasatu, 2025)

Menurut Hidayat Arsani, karena sistem buka tutup Jembatan Emas Babel membutuhkan miliaran rupiah, operasi buka tutup jembatan dihentikan untuk menghemat anggaran.

Baca Juga  Cara Efektif Pembelajaran Akuntansi bagi Mahasiswa

Hidayat menyatakan bahwa tidak ada yang dapat memastikan kapan jembatan ini akan jebol jika spare parts-nya tidak tersedia.  Menurutnya, tidak ada jaminan bahwa mesin tidak akan rusak ketika jembatan ditutup karena spare part tidak tersedia di mana pun.