Oleh: Hening Cahaya
(untuk dr Rosa Y Ma’ruf)

Berhentilah berbohong.
Setelah menginjak injak, tanah yang pernah kita tapaki.
Pada musim paceklik, di mana tidak lagi tumbuh benih yang pernah kita tabur.
Tanah tidak subur, tercemar limbah keangkuhan.

Kering kerontang pada hati yang beku di tanah yang bernanah.
Setelah lama ditusuk tusuk ujungnya kenakalan pada tatapan kekosongan jiwa.
Begitu sakit, saat angin hempaskan percakapan waktu itu.
Dan kejujuran tidak beri ruang sebenarnya dan hanya tipu-tipu.
Dari rasa kebencian yang merasuk begitu kental di hatimu.

Baca Juga  Mentari Redup