Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Kamis, 23 Juli 2026
Singgasana Tanpa Doa

Singgasana Tanpa Doa

Oleh: Ahmad Gusairi Ketika singgasana ditempati hati yang membusuk Jabatan tak lagi dibaca sebagai
Pergilah Tanpa Kata

Pergilah Tanpa Kata

Oleh: Yudha Adinata Fa, Ternyata aku tak sepenting itu Sama tak pentingnya pahit dalam kopi Karena
Ibu, Cintamu Tak Terhitung

Ibu, Cintamu Tak Terhitung

Oleh: Putri Simba Ibu… Dua puluh tahun sudah aku hidup di pelukanmu Dari tangis bayi hingga
Pengelabuan

Pengelabuan

Oleh: Hendraone Habang Tanah retak seolah berteriak Di ladang gersang belalang bersorak Menatap iri
Gadis Penjual Timun

Gadis Penjual Timun

Oleh: Fitri Rahayu Melangkah selangkah demi selangkah Membawa keranjang berisi timun Gadis itu

Rakyat Konoha

Oleh: Ummi Sulis Jadi rakyat di Konoha ada standardisasinya Kalau tak sanggup, kata pejabat dan
Jangan Bilang Tidak jika Nyatanya Iya

Jangan Bilang Tidak jika Nyatanya Iya

Oleh: Hening Cahaya (Untuk dr Rosalin) Suatu saat kita akan ketemu Jangan bilang tidak Pada
Aku pun Masih

Aku pun Masih

Oleh: Yudha Adinata Hai hai Kamu yang masih mengeja rindu Yang membacanya pada bentangan langit

Ketika yang Sementara Menjadi Berharga

Oleh: Erik Juliawan, S.Sos Pagi cerah dengan langit biru dan angin lembut membawa rasa damai,
Rindu di Ujung Waktu

Rindu di Ujung Waktu

Oleh: Hening Cahaya (untuk dr Rosalin) Kita pernah tenggelam dalam bayang bayang sepinya pelabuhan
Senandung Rinai Tengah Malam

Senandung Rinai Tengah Malam

Oleh: Fitri Rahayu Malam itu Rinai turun tak terkendali terus menyerbu Memanggil gemuruh Meluluhkan
Elegi Dedaunan

Elegi Dedaunan

Oleh: Hendraone Habang Dedaunan dibelai embun pagi Kesejukan memberi semangat kehidupan Terkadang
Kembang Melor Perkuburan

Kembang Melor Pekuburan

Kembang Melor Pekuburan Oleh: Yoelchaidir – Penyair yang Menetap di Bangka Selatan. “Ya Nak,
Kesombongan Ros dan Selimut Embunku

Hujan, Maumu Apa

Oleh: Hening Cahaya (untuk dr rosalin) Hujan, maumu apa Tidak henti hentinya turun Menggigilkan
Nun (6): Menata Ikhlas

Nun (6): Menata Ikhlas

Oleh: Yudha Adinata Kawan Jikalau kau bertanya tentang Nun Pastikan kau telah khatam kitabmu
Sudah ditampilkan semua