Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Kamis, 23 Juli 2026
Kota Tanpa Lampu Sein

Kota Tanpa Lampu Sein

Kota Tanpa Lampu Sein Oleh: Faturrachman Di Kota Bahang, semua orang berkendara dengan motor. Namun
Topeng

Topeng Senyum di Keramaian

Oleh: Muhammad Faiq Elfaruq Ingin berlari mendahului sang waktu Menyentuh puncak yang bernama
Basa-basi Sebatas Janji

10 Oktober Waktu Itu

Oleh: Tiwing Sekar Mimpi (teruntuk ayah tercinta) Ayah ulang tahun..ya. Puterimu ini tidak bisa
Demi Kau, Kutenggak Racun Itu!

Demi Kau, Kutenggak Racun Itu!

Demi Kau, Kutenggak Racun Itu! Oleh: Penulis Iseng “Cinta sejati adalah cinta yang datang dari
Luka untuk Ros

Kukira Koma Ternyata Titik

Kukira Koma Ternyata Titik Oleh: R Misari Riuh Kenari di pagi hari Mengajak para ilalang
Mati Suri

Mati Suri

Oleh: Yoel Chaidir Allahuakbar Allahuakbar…Laa ila hailallah…… Suara lantunan
Kiasan Layang-Layang

Kiasan Layang-Layang

Oleh:Ummi Sulis Terbang tinggi Bukan, tetapi diterbangkan dan meninggi Dibawa angin nan lalu tiada
Nun (5): Mencari Jalan

Nun (5): Mencari Jalan

Oleh: Yudha Adinata Nun Masih ku cari jalan menujumu Entah lewat adzan yang ku kumandangkan Atau
Pengantar Minum Racun

Pengantar Minum Racun

Karya: Faturrachman Siang itu Dini termenung di kamarnya. Duduk, berdiri, dan berjalan pelan
Minggu Glowing

Minggu Glowing

Karya: Yanto in Action Mentari pagi menyapa, lukisan emas di cakrawala, Kasur empuk memanggil,
Kenaikan Harga Timah Bawa Angin Segar bagi Penambang Rakyat

Pantun: Lada Hilang, Timah pun Murah

Pantun: Lada Hilang, Timah pun Murah Oleh: Yoel Chaidiri Buah jambu masak merah… Buah sawo
Sebelum Malam Menutup Kegelisahan

Nyanyian Pelipur Lara

(Untuk dr Rosa) Oleh: Hening Cahaya Adikku Suara alam malam ini. Terdengar manja, bisik bisik
Di antara Ruang dan Waktu

Di antara Ruang dan Waktu

Oleh: Ummi Sulis Ada senyum Ada tawa Ada canda Ada cerita Hiasi mayapada berbalut ucap Ada tangis
Gigil Rindu

Gigil Rindu

Gigil Rindu Oleh: Yudha Adinata Dimanakah akan bertemu rindu Sementara senja meninggalkan jingga
Kesombongan Ros dan Selimut Embunku

Rintik Hujan

Teruntuk Caca Oleh: Hening Cahaya Rintik hujan selalu kembali. Membagi cerita dalam kenangan. Pada
Sudah ditampilkan semua