Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Rabu, 21 Oktober 2026
Menulis dapat diartikan dengan membuat huruf, angka, dan sebagainya. Menggoreskan pena kemudian bisa melahirkan pikiran atau

Kembali Hijau Setelah Bencana

Karya: Indra Pirmana Malam itu, hujan datang tidak diundang Lebat bagaikan air tumpah ditemani

Pantun Jenaka Anak (Bagian I)

Karya : Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang : ”Hempet bebiren nyarik pemakan Pemakanlah

Itu Langkahmu

Karya: Hening Cahaya Itu langkahmu Yang sudah menapak Pada gang gang Sunyinya hati Gelap meraba
Di Arung Dalam, Kita, dan Lempah Kuning 

Di Arung Dalam, Kita, dan Lempah Kuning 

Karya: Yanto In Action Arung Dalam adalah dermaga cinta yang tak pernah pindah tempat, Pantai di
Topeng

Mampukah Aku Melupakanmu

Oleh: Indra Pirmana Bayanganmu selalu tampak, walaupun aku tahu kita beda status kadang bisikan
Pantun Nasihat Anak (Bagian II)

Pantun Nasihat Anak (Bagian II)

Sang Usang: “Hame tau jangan belagak Lambat dihuro tiap kali Lime waktu jangan dilupak Sholat
Nun (9): Tafsir Sukun

Rezeki

Oleh: Fitri Rahayu Jika azan telah dilantunkan Segeralah bangkit dari pembaringan Tenangkan diri
Sang Motivator Vs sang Pelemah

Sang Motivator Vs sang Pelemah

Oleh: Syabaharza “Ting” Suara notifikasi dari sebuah gaway jelas terdengar. Namun, Aku tidak
Sebaris Pesan Singkat

Utopia di Balik “Pelan dan Pasti”

Oleh: Muhammad Faiq Elfaruq Katamu lelah itu manusiawi, sebuah jeda yang sah Lalu kau khotbahkan
Melodi Terang September

Tembang Duka Hati

Oleh: Hening Cahaya Malulah pada sebutan Penjajah perampas Milik sah orang lain Memporak porandakan
Putih Gelap Hitam Terang

Putih Gelap Hitam Terang

Karya: hendraone habang Kemari… Mendekatlah… Sebentar saja, sebentar saja, hanya
Harapan Bertepi

Nun (7): Mendekap Mimpi

Nun (7): Mendekap Mimpi Oleh: Yudha Adinata Nun Pagi tadi kau hadir dalam mimpiku Memang tak lama
Pantun Nasihat Anak (Bagian I)

Pantun Nasihat Anak (Bagian I)

Oleh: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: “Besi karet dijalin hejajar Biar pacak jadi
Pergilah Bayang-Bayang

Pergilah Bayang-Bayang

Oleh: Yudha Adinata Percakapan itu mulai dingin Sekadar sapaan basa-basi yang mulai hambar Tak lagi
Malam Pertama Tanpa Mereka

Malam Pertama Tanpa Mereka

Oleh: Syabaharza Pagi itu rumah Ance dipenuhi oleh keluarga besarnya. Suasana rumah sudah seperti
Sudah ditampilkan semua