Timelines.id

Media Literasi, Sejarah & Budaya

Sabtu, 12 September 2026

#Pekan Sastra

Sekira 03.20 Wib

Sekira 03.20 Wib

Oleh: Sang Peramu Aksara Menepi, untuk berlari kembali; mengumpulkan lagi amunisi, memunguti
Trauma

Trauma

Oleh: Darus Altin — Akademisi Universitas Bangka Belitung Serpihan-serpihan lempeng pulau
Harapan Bertepi

Harapan Bertepi

Karya: Yak Dand Terik bintang tata suryaku Hidupkan kehampaan izin-Nya Diriku hanya budak papa
Sisi Mobil Angkutan Tua

Sisi Mobil Angkutan Tua

Karya: Yak Dand Sisi mobil angkutan kota tua Di tengah rimba betonnya, ku tercenung Lirih suara

Abadi dalam Kalbu

Oleh: Diky Dalam ruang sunyi Aku menyimpan namamu Hingga suara pun tak mampu memanggilnya Setiap
Menjaga Nyala Merdeka

Menjaga Nyala Merdeka

Karya: Desi Kurnia Delapan puluh satu tahun berlalu, namun semangat itu tak pernah pudar. Bukan
Laut, Tempat Dua Raga Berpulang

Laut, Tempat Dua Raga Berpulang

Karya: Nazira — Siswa SMAN 3 Toboali Sheyna selalu mencintai pantai. Di sana, di antara deburan
Balada Figuran Tanpa Peran

Balada Figuran Tanpa Peran

Oleh: Sang Peramu Aksara Merenungi episode terakhir… yang kian hari tak layak hadir. Tak
foto gratis anak mengibarkan bendera merah putih

Detak Kemerdekaan

Oleh: Naya Qonita Di atas tanah yang karam oleh air mata masa lalu Kami berdiri menghirup udara
Makan Bedulang Hame-Hame

Makan Bedulang Hame-Hame

Pantun Penutup Acara (Bagian III): Karya: Sang Usang Nyerupe Anak Bawang Sang Usang: ”Jangan
Belum Sepenuhnya Merdeka

Belum Sepenuhnya Merdeka

Belum Sepenuhnya Merdeka Karya: Desi Kurnia Kita menyebut negeri ini merdeka, namun belum
Pantun Hari Pramuka ke-65

Pantun Hari Pramuka ke-65

Oleh: Ahmad Gusairi Pergi ke ladang membawa cangkul Singgah sebentar memetik pepaya Langkah Pramuka
Merdeka di Atas Jiwa yang Sedang Berperang

Merdeka di Atas Jiwa yang Sedang Berperang

Syair Melayu – Karya: Sukma Wijaya I Di rimba sunyi sang saka berkibar terang, Membelah kabut

Merdeka!?

Karya: Sang Peramu Aksara – Agus Bachtiar K. Kudengar sayup suara Pekik “merdeka”

Rumah yang Menjadi Luka

Karya : Nazira Aku pernah menganggapmu rumah Tempat paling aman untuk pulang Tempat di mana lelahku
Sudah ditampilkan semua