Sehingga melihat teman-temannya semangat Putri pun harus semangat juga demi masa depannya nanti.

Dan Putri juga menemukan sebuah kalimat motivasi yang berbunyi “skenario Allah itu indah, jika kita bersabar dan bersyukur dalam menjalani nya”.

Di suatu ketika, Putri mendapatkan tugas sekolah yang sangat banyak. Dan tugasnya terus menerus mengalir.

“Banyak banget tugasnya, bingung mau mulai dari mana. Capek banget lagi, kalau aku gak ngerjain nantinya gak dapat nilai dong” kata Putri dengan wajah yang cemberut dan matanya mengarahkan ke buku tugasnya.

Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu dari rumah Putri. Putri membuka pintunya tersebut dan yang datang ternyata si Raisa.

“Put, gimana tugas kamu sudah selesai belum? Apa kita barengan aja bikin tugasnya?” kata Raisa dengan mengambil buku ke arah tasnya.

Baca Juga  Rindu akan Kuah Kuning

“Belum Sa, tugasnya banyak banget capek bikinnya, apa kita tidak mengerjakannya saja Sa,” kata putri  sambil menatap wajah Raisa dengan ketawa.

“Eh.. Eh.. Putri gak boleh gitu put. Namanya juga sekolah pasti tugasnya banyak. Kamu ini cepat ngeluh ya, kita buat satu per satu dulu Put. Jangan mau nyerah gitu aja, lihat orang tua mu capek-capek membiayai mu untuk sekolah. Kamu malah seenaknya gak bikin tugas. Katanya mau sukses put,” kata Raisa menasehati putri dengan menatap wajah si putri.

“Hmm betul juga ya Sa, oke deh aku akan mengerjakan tugasnya demi masa depanku” kata putri dengan penuh semangat.

“Yeyy semangat untuk kita mengejar impian” kata Raisa dan Putri dengan penuh kegirangan, ketawa dan tangannya bergoyang-goyang.

Baca Juga  Akhirnya Aku Jadi Kakek

Raisa selalu menjadi penenang sekaligus pendengar yang baik buat Putri. Putri sangat beruntung telah mengenal seorang sahabat seperti raisa. Yang selalu nge-support nya apapun yang terjadi. Dan akhirnya tugas-tugas dari sekolah pun selesai. Mereka tersenyum bahagia karena bisa mengerjakannya.

Orang selalu menganggap kalau orang bodoh tidak akan sukses. Nyatanya salah, orang bodoh juga ingin sukses. Beberapa orang emang gak akan paham, sebelum ngerasain apa yang kita alamin, banyak hal yang diremehin tentang kita, padahal setengah mati ngejalaninnya.Tetaplah menjadi kuat, walau menghadapi badai yang hebat.

Hidup ini itu hanya penerimaan. Kalau kita marah, sedih, kecewa, bahagia sebenarnya ga akan  merubah apapun. Karena, itu sudah menjadi tetapan Tuhan. Dan sejauh apapun kamu mencari penyembuhan penawarnya adalah dirimu sendiri.

Baca Juga  Hijab untuk Nun

Tidak ada manusia yang kuat di dunia ini semua memiliki titik lemah di hidupnya semua punya titik berat  di perjalanannya, mungkin kita hanya butuh waktu untuk menyendiri agar bisa berdialog dengan diri sendiri.

Di saat kesakitan sebenarnya banyak berkah berkah yang datang beriringan, kalau kita terus bersedih, orang lain gak akan tau, kalau kita terus putus asa orang lain juga gak akan peduli, karena hidup akan terus berjalan meskipun kita siap atau tidak.

Jadi kita harus ikhlas dan mulai coba terima dan sekarang kita mulai belajar untuk berdamai dengan semua hal, termasuk diri kita sendiri.

Tamat