Nah, Anda tidak perlu khawatir, karena ada cara mengatasi akibat dari tidur terlalu malam. Cara ini penting agar Anda tidak bangun terlalu siang, tetap menjalani hari seperti biasa, dan bisa kembali tidur sesuai jadwal tidur semula.

1. Memperbanyak aktivitas fisik

Saat Anda tidur terlalu malam dan terpaksa bangun bagi, Anda tentu merasa lelah dan masih mengantuk. Padahal, Anda mungkin harus kembali beraktivitas seperti biasa. Dalam hal ini, Anda bisa menyiasatinya dengan memperbanyak aktivitas fisik.

Namun, jangan salah, para ahli tidak menyarankan Anda untuk melakukan aktivitas fisik yang berat. Akan tetapi, para ahli menyarankan untuk sesekali beristirahat dari pekerjaan atau kegiatan yang sedang Anda lakukan. Lalu, cobalah untuk berjalan-jalan sekitar 5-10 menit sebelum kembali bekerja.

Hal ini bisa Anda lakukan setiap 30 menit sekali. Jika perlu, pergilah ke tempat yang sedikit lebih jauh saat jam makan siang. Semakin banyak aktivitas fisik yang dilakukan, Anda akan semakin mudah menghalau rasa kantuk dan lelah yang mungkin muncul akibat tidur terlalu malam dan tidak bisa bangun lebih siang.

Baca Juga  Tips Lebaran Sehat bagi Ibu Hamil

2. Mengusahakan untuk tidur siang

Siapa bilang Anda tidak boleh tidur siang? Tentu saja boleh, apalagi jika bertujuan untuk mengurangi rasa kantuk dan lelah akibat kurang tidur. Saat berada di tempat kerja atau di luar rumah, Anda bisa melakukan hal ini saat sedang jam istirahat atau jam makan siang.

Waktu yang ideal untuk melakukan tidur siang adalah 5-25 menit saja. Pasalnya, jika tidur lebih lama dari waktu tersebut, Anda justru akan merasa lebih lelah dan mengantuk. Jangan lupa untuk memasang alarm agar bangun tidur tepat waktu.

Namun, apabila tidak sempat atau tidak bisa tidur siang, beristirahat dengan menutup mata selama 10 menit juga cukup. Hal ini dapat membantu Anda mengatasi akibat dari tidur terlalu malam melanjutkan tidur hingga bangun pada siang hari.

3. Mengonsumsi makanan sehat

Salah satu cara mengatasi akibat dari tidur terlalu malam dan tidak bisa bangun siang adalah menjaga pola makan tetap sehat. Pasalnya, makanan yang baik dan sehat dapat membantu Anda menjaga energi yang hilang karena kurang tidur. Mengonsumsi makanan manis memang dapat segera meningkatkan energi dalam waktu singkat.

Baca Juga  Tips Membuat Masker Wajah Alami untuk Anak

Akan tetapi, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis tentu tak baik bagi kadar gula darah Anda. Apalagi, efek dari makanan manis hanya bertahan beberapa saat. Oleh sebab itu, lebih baik mengonsumsi makanan sehat untuk meningkatkan energi.

Ada beberapa jenis makanan sehat yang bisa Anda konsumsi sebagai camilan penambah energi, seperti yoghurt beserta kacang-kacangan dan buah-buahan segar. Tak hanya itu, Anda juga bisa mengonsumsi wortel yang disertai dengan saus keju rendah lemak.

4. Membayar hutang tidur

Pada dasarnya, membayar hutang tidur dengan cara tidur hingga siang hari atau berlama-lama tidur siang bukan cara yang para ahli anjurkan. Hutang tidur masih bisa Anda bayar dengan cara yang aman, yaitu memperpanjang waktu tidur pada malam hari.

Sebagai contoh, bila Anda biasanya tidur pukul 10 malam, tapi hari itu Anda harus begadang sampai pukul 12 malam. Ini artinya jam tidur Anda berkurang dua jam. Keesokan malamnya, cobalah tidur satu jam lebih awal dan bangun pada jam yang sama seperti biasa. Kemudian, ulangi lagi hingga hutang tidur Anda terbayar.

Baca Juga  Minum Susu di Pagi Hari Untuk Diet, Apakah Sehat Untuk Tubuh?

Namun, bagaimana dengan orang yang punya hutang tidur menumpuk? Hutang tidur yang bukan karena begadang, misalnya karena masalah insomnia di malam hari, tidak boleh Anda biarkan menumpuk ataupun menggantinya dengan tidur siang.

Cara membayar hutang tidur Anda juga tetap sama, yakni tidur lebih awal dan bangun pagi pada waktu yang sama. Lakukan pembayaran hutang tidur dengan cara mencicil, misalnya hari ini tidur malam dua jam lebih awal dan esoknya pun begitu seterusnya.

Dengan membiasakan diri tidur dan bangun pada jam yang sama, siklus tidur Anda yang terganggu bisa kembali normal. Anda mungkin butuh bantuan dari dokter, psikolog, atau terapis untuk memperbaiki kualitas tidur terkait insomnia.

(***)