5 Petugas BPBD Beltim Dilarikan ke Puskesmas usai Terpapar Asap Pekat Karhutla

BELITUNG TIMUR, TIMELINES.ID — Di tengah kepulan asap pekat dan kobaran api yang mengancam lahan, para petugas penanggulangan bencana terus berupaya menjinakkan kebakaran. Namun, di balik perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), ada bahaya yang mengancam, bahkan ketika tubuh mulai tak lagi sanggup bertahan.

Namun inilah resiko pekerjaan yang harus mereka hadapi setiap kali menjalankan tugas. Tidak banyak yang mereka minta, seikit senyuman dan perhatian sudah cukup menghibur perjuangan mereka.

Lima petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Beltim dari Regu Alfa, yakni Surya, Eddo, Dicky, Rudi, dan Abe, harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gangguan kesehatan usai bertugas memadamkan karhutla di kawasan Ujung Lintang, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Sabtu (24/10/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Beltim, Robby Yanuar menuturkan kronologis peristiwa itu bermula ketika para petugas mendatangi lokasi kebakaran sekitar pukul 16.30 WIB. Saat tiba di lokasi, mereka menghadapi asap yang sangat pekat hingga mengganggu pernapasan.

Kondisi tersebut membuat para petugas mengalami sejumlah keluhan, mulai dari muntah, pusing, hingga sakit tenggorokan. Mereka kemudian beristirahat sejenak sebelum melanjutkan tugas penyemprotan di kawasan Mudong.

“Ketika mereka datang, asapnya itu luar biasa pekat. Mereka langsung menerobos ke dalam. Keluar dari situ, mereka muntah semua, pusing kepala, sakit tenggorokan,” ungkap Robby saat ditemui Diskominfo Beltim, Selasa (27/10/26).

Meski telah mengalami gangguan kesehatan, para petugas masih berupaya menuntaskan tugas di lapangan. Mereka baru kembali ke kantor BPBD sekitar pukul 19.00 WIB setelah menyelesaikan penanganan di kawasan Mudong.

Namun, setibanya di kantor, kondisi kelima petugas dilaporkan semakin lemah. Melihat keadaan tersebut, Robby segera membawa mereka ke Puskesmas Manggar untuk mendapatkan penanganan medis.

“Pulang dari Mudong sekitar pukul tujuh malam, mereka sudah sangat lemah. Saya langsung bawa ke Puskesmas,” tuturnya.